Tiga Faktor Dipilih Kiyai Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres Jokowi

Politik  JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:40:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Tiga Faktor Dipilih Kiyai Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres Jokowi
RMOLJabar. Teka-teki Calon Wakil Presiden Jokowi terjawab sudah. Calon Wakil Presiden yang dipilih atas konsensus dari partai-partai pengusung adalah Prof.Dr. KH Mar'uf Amin.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Komunikasi Politik, Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Adiyana Slamet menyebutkan dipilihnya Kiyai Ma'ruf Amin bukan hal yang hanya melihat pada kebutuhan elektoral semata.

Namun, ada tiga Faktor yang menjadi dasar pemilihan Kiyai Ma'ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi.

Adiyana mengatakan, faktor yang pertama yaitu menguatnya politik identitas yang kemudian bisa menjadi ancaman di Indonesia merupakan pertimbangan kenapa Jokowi memilih Kiyai Ma'ruf Amin.

"Artinya bahwa pilihan Calon wakil Presiden bisa meredam permasalahan politik identitas, tidak ada lagi yang meragukan beliau (Kiyai Ma'ruf) kiprahnya baik itu menjadi ulama, di dunia akademisi dan politik," ucapnya saat dihubungi RMOLJabar, Jum'at, (10/8/18).

Faktor yang kedua, Kiyai Ma'ruf merupakan representasi Ulama yang toleran dan merupakan pemimpin tertinggi (Rais Aam) organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu PBNU.

"Prof.Dr. KH Mar'uf Amin merupakan representasi dari Ulama NU yang merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang bersama-sama selama Jokowi menjadi presiden untuk mengcounter politik identitas yang mengarah pada konflik identitas," ungkap Adiyana.

Selanjutnya, Adiyana menambahkan pertimbangan yang ketiga, dari komposisi kekuatan politik di Indonesia hal tersebut menjadi ideal ketika disandingkan Nasionalis dan Religius dalam peta kekuatan politik yang kemudian pasti melihat kekuatan pemilih untuk meraup suara nanti pada pilpres 2019.

Hal tersebut adalah suatu yang lumrah selain hal-hal yang lebih besar lagi, seperti mejaga kebhinekaan akibat menguatnya politik identitas, pemilihan Prof. Dr. KH. Mar'ruf Amin sebagai Calon wakil presiden Jokowi merupakan bagian dari pesan politik dan penuh simbol.

Serangan-serangan pada Jokowi dan Partai Koalisi mengarah pada simbol-simbol agama yang seolah-olah anti Islam dan mengkriminalisasi Ulama, dan yang paling ekstrem ada beberapa klompok yang memapai kampanye hitam dengan mengatakan "haram" pilih Jokowi.

"Sehingga pilihan Cawapres Jokowi merupakan jawaban dari kampanye hitam yang dialamatkan pada Jokowi dan Partai-partai koalisi," pungkasnya. [nie]






Komentar Pembaca
PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

#KataRakyat: Jangan Kampanye Negatif

RABU, 17 OKTOBER 2018 , 19:00:00