Hutan Cikole Butuh Regenerasi Pohon

Ragam  SELASA, 28 AGUSTUS 2018 , 20:50:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Hutan Cikole Butuh Regenerasi Pohon
RMOLJabar. 920 hektar hutan lindung Cikole Lembang yang berdiri di Kawasan Bandung Utara (KBU) membutuhkan regenerasi pohon agar fungsinya sebagai tangkapan air maksimal.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin mengatakan, hutan yang masuk kewenangannya seluas 20.650 hektar membentang dari Ujungberung sampai Padalarang.

Proses regenerasi pohon tua di kawasan hutan Cikole harus dilakukan. Sebab, tanaman atau pohon eksisting yang saat ini adalah pohon yang ditanam di era tahun 1967-1970.

"Sudah cukup tua dan usia produktifnya pun sudah lewat. Bahkan tak jarang kondisi batang pohonnya sudah keropos,"ungkap Komarudin, Selasa (28/8).

Kendati tak produktif, Undang-undang melarang Perhutani menebang pohon di kawasan hutan lindung.  Perhutani hanya melakukan penanaman pohon setiap tahun.

PT Perhutani KPH Bandung Utara, lanjut dia, tahun ini menargetkan melakukan regenerasi pohon tua di lahan seluas 311 hektar dengan menanam 194.375 bibit pohon di lahan itu.

Penanaman diatas lahan seluas 311 Ha itu dilakukan untuk menjaga kawasan hutan lindung di wilayah Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) agar tetap menjadi daerah tangkapan air.

"Kami memiliki program Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) yang tahun ini targetnya melakukan penanaman pohon di total lahan seluas 311 ha. Dalam satu hektare lahan, ditanami 625 pohon,"ujarnya.

Komarudin memastikan hutan di kawasan Bandung Utara (KBU) yang masuk kewenangan Perhutani KPH Bandung Utara seluas 20.650 ha membenteng dari Ujungberung sampai Padalarang masih dalam kondisi baik.

Termasuk, tutur Komarudin, di RPH Cikole seluas 920 Ha yang banyak terdapat objek wisata, seperti Orchid Forest, Grafika, dan lain-lain. Tutupan lahan dan kerapatan pohon keras masih sangat baik. Kepada pihak pengelola wisata di Cikole pun Perhutani meminta untuk mengganti jika ada pohon yang tumbang. [yud]

Komentar Pembaca