Polisi Tetapkan Kernet Bus Maut Di Sukabumi Sebagai Tersangka

Peristiwa  KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 13:29:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIK SUPRIADI

Polisi Tetapkan Kernet Bus Maut Di Sukabumi Sebagai Tersangka

foto/rmoljabar

RMOLJabar. Polres Sukabumi tetapkan kernet yang mengemudikan bus maut di Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi berinisial Muhammad Adam (23) sebagai tersangka.

Penetapan kernet tersebut berdasarkan hasil penyidikan keterangan sejumlah masyarakat termasuk korban selamat.

"Hasil keterangan,  Adam yang mengemudi hingga bus masuj ke jurang. Bahkan Adam pun berusaha turun dan tidak mau ditolong pasca kejadian bus masuk jurang tersebut," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Kamis (13/9).

Menurutnya, Adam mengemudi setelah sopir aslinya merasa kelelahan dan meminta untuk bergantian. Adam sendiri, baru pertama melewati jalur Letter S tersebut. Apalagi dirinya baru bekerja dua bulan di perusahaan bus maut tersebut sebagai kernet.

"Adam tidak punya sim untuk mengemudi bus. Selain itu, dirinya pun tidak mengetahui kondisi jalur yang dilewati. Termasuk sulitnya menginjak rem akibat kerasnya pedal rem saat di turunan Letter S hingga akhirnya bus masuk jurang" ucapnya.

Saat ini, Adam masih proses perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Stukpa Polri di Kota Sukabumi. Pasalnya, dirinya mrngalami luka patah di bagian tangan akibat insiden tersebut.

"Adam dirujuk secara cepat sembuh dan diproses," ungkapnya.

Menurutnya, proses penyidikan akan berkembang. Termasuk ada tidaknya tersangka lain.

Hal itu termasuk memerikan kelaikan pool dan mengimput data dari keterangan pengurus poll termasuk pemilik dan manajemennya.

"Nanti akan dikabari lagi. Kalau untum korban sendiri masi 21 orang yang meninggal. Masih ada empat orang yang dirawat di ICU beberapa rumah sakit. Sebab, mereka mengalami luka parah," terangnya.

Hingga saat ini, ada pelarangan bus untuj melewati Jalut Cikidang. Walaupu ke depannya pelarangan tersebyt akan diserahkan ke Dishub Provinsi. Pasalnya, jalan tersebut di bawah kewenangan Provinsi Jawa Barat.

"Kementerian sendiri telah mencabut izin pool tersebut. Termasuk nanti larangan mobil apa saja yang dilarang masuk ke sana. Namun untuk sementara bus dilarang lewat jalur tersebut. Ini hasil kesepakatan bersama sampai ada regulasi yang tepat," pungkasnya. [nie]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB