Pemilihan Komisioner KPU Jabar Cacat Prosedur, GMNI Jabar Curiga Ada Intervensi Politik

Politik  MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Pemilihan Komisioner KPU Jabar Cacat Prosedur, GMNI Jabar Curiga Ada Intervensi Politik

net/rmoljabar

RMOLJabar. DPD GMNI Jawa Barat menyayangkan hasil pengumuman calon komisioner KPU Provinsi Jawa barat yang baru-baru ini ramai diperbincangkan. Pasalnya dalam pengumuman tertsebut beberapa nama yang sebelumnya tercantum tiba-tiba menghilang.

"Putusan atas hasil pengumuman calon komisioner KPU Jawa Barat tidak sesuai pengumuman awal yang berpijak pada tahapan prosedural yang telah di lalui sebelumnya," kata Ketua DPD GMNI Jawa Barat Wahyu Khanoris di Bandung, Minggu(23/9).

Ia mengatakan pengumuman nama-nama calon komisioner yang masuk dalam 14 besar saat ini beberapa diantaranya tidak muncul bahkan gugur dalam proses tahapannya. Karenanya pihaknya mencurigai adanya intervensi politik dan intervensi elite atas keputusan ini.

"Kami menduga adanya polarisasi politik yang sengaja dibuat menjelang pemilu nasional yang akan dilaksanakan pada 2019 nanti," tegasnya.

Sementara Sekretaris DPD GMNI Jawa Barat  Dewex Sapta Anugrah menyampaikan bahwa apa yang hari ini terjadi menandakan buruknya sistem kepemiluan dalam hal ini KPU sebagai instrument demokrasi yang seharusnya membawa ruh keterbukaan, jujur, dan adil sebagai jargon yang senantiasa didengungkan oleh KPU itu sendiri.

"Kami menduga adanya kekuatan politik yang berusaha mencederai proses tahapan yang telah dilalui oleh para calon komisioner hingga akhirnya menjadi konsumsi publik. Nama-nama yang lolos pada 14 besar, tidak sesuai dengan pengumuman sebelumnya," kata Dewex.

Ia memprediksi ada kekuatan politik yang berusaha memainkan peranannya dan berupaya merubah apa yang telah di putuskan oleh Tim Seleksi. Ia mengajak seluruh element kekuatan politik mempertanyakan hal ini karena ini akan berkaitan dengan integritas dan independensi lembaga KPU kedepan.

Terlebih, kata dia, apa yang akan dihadapi kedepan merupakan momentum penting bagi bangsa indonesia dan melalui sistem kepemiluan ini lah nasib bangsa di pertaruhkan.

"Bila hari ini proses tahapan seleksi penyeleksian saja sudah dinodai dengan hal-hal yang tidak baik maka jangan harap kedepan Jawa barat mampu menjadi suksesor pemilu di Indonesia. GMNI Jabar mendesak KPU RI melakukan evaluasi atas putusan ini, sehingga pertanggungjawaban atas yang terjadi ini mampu diberikan kepada masyarakat dan elemen politik sebagai penyokong demokrasi," tandasnya. [nie]

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00