Pedagang Rajapolah Khawatir Dampak Pembangunan Tol Cigatas

Ekbis  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: IRPAN WAHAB

Pedagang Rajapolah Khawatir Dampak Pembangunan Tol Cigatas

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Pembangunan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) yang dicanangkan Pemprov Jawa Barat membawa kekhawatiran tersendiri bagi para pedagang di sentra kerajinan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Mereka khawatir, pembangunan jalan tol itu mematikan usaha mereka yang sudah digeluti selama turun temurun.

Pedagang kerajinan di pasar Rajapolah, Muhammad Ikbal mengatakan, ia hawatir usaha mereka semakin sepi ketika Tol Cigatas dibangun. Karena tentu para pengunjung akan lebih memilih melewati jalur Tol, daripada melewati jalan utama yang melewati Rajapolah.

"Kami mendukung adanya pembangunan jalan tol, karena mungkin juga akan memudahkan kami dalam bepergian. Tapi disisi lain kami hawatir usaha kami mati karena sepinya pengunjung yang melewati jalan ini," kata Ikbal kepada RMOLjabar, Kamis (11/10).

Ikbal menambahkan, kondisi usaha kerajinan Rajapolah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Hal ini akibat adanya flyover Rajapolah yang langsung menuju wilayah Kabupaten Ciamis.

"Sekarang sebelum ada Tol saja sudah sepi, karena kendaraan dari arah Bandung itu tidak lewat kesini, lebih memilik lewat ke Flyover yang langsung ke Ciamis dan sekitarnya. Kami tidak terbayangkan kalau nanti ada Jalan Tol," papar Ikbal.

Hal serupa dikatakan Sodikin (55). Lebih dari 30 tahun berjualan di sentra kerajinan ini sudah merasakan dampak langsung dari pembangunan jalan. Ia menuturkan, 5 hingga 10 tahun lalu sentra kerajinan Rajapolah sering menjadi tujuan para pencari cinderamata khas Tasikmalaya.

"Tapi sekarang paling sehari ada 10 pembeli juga Alhamdulilah. Karena kan kalau kendaraan pribadi dari arah barat maupun arah timur tidak lewat kesini. Jadi jelas omset kami menurun drastic," papar Sodikin.

Pera pedagang kerajinan Rapolah saat ini hanya bergantung pada moment besar seperti Idul Fitri, Pergantian tahun baru dan natal untuk meraup keuntungan berlipat ganda. Selain itu dengan mengirimkan kerajinan mereka ke beberapa daerah.

"Kami berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk memikirkan dampak dari pembangunan. Kami tidak ingin usaha kami yang sudah turun temurun mati akibat pembangunan," pungkas Sodikin. [aga]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00