Harga BBM Naik, Sandiaga Uno Sebut Bakal Banyak UKM Yang Terancam Operasinya

Politik  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 20:47:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Harga BBM Naik, Sandiaga Uno Sebut Bakal Banyak UKM Yang Terancam Operasinya

Sandiaga Uno/RMOLJabar

RMOLJabar. Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM mendapat kritik dari Calon Wakil Presiden Sandiaga nomor urut 02, Salahuddin Uno. Kenaikan BBM diresmikan pada Rabu (10/10) kemarin. Kenaikan tidak termasuk dengan bahan bakar premium.

Sandi khawatir jika kenaikan BBM berangsur lama, sebab,akan menimbulkan dampak baru jika tidak diambil langkah cepat.

"Tapi kami khawatir, karena kalau premium tetap harganya sama, sementara permintaannya meningkat, pasti melonjak, pasti nanti disusul dengan kelangkaan premium itu dan akhirnya menimbulkan juga tekanan di masyarakat. Khususnya untuk ekonomi kecil, usaha kecil-menengah, kita akan melihat nanti banyak sekali pabrik-pabrik, banyak sekali UKM-UKM kecil, industri perumahan yang terancam operasinya karena biayanya terus meningkat," paparnya di Cirebon, Kamis (11/10).

Sandi menengarai, kebijakan kenaikan harga BBM dipicu karena alasan politik, itu bisa dilihat pada beberapa bulan ke depan. Menurutnya, jika pemerintah tidak mengambil langkah kongkret untuk memperbaiki stabilitas ekonomi yang disebabkan kenaikan harga BBM, dipastikan 6-7 bulan kondisi perekonomian makin terpuruk.

"Nah ini harus ada langkah yang konkret untuk 6-7 bulan ke depan. Karena kita sekarang masuk ke proses politik," kata Ia.

Sebetulnya, terang Ia, dalam keadaan ekonomi buruk, pemerintah harus mampu memberikan kebijakan yang terbaik. Kebijakan itu, bukan atas dasar kepentingan politik kekuasaan, tetapi murni kepentingan masyarakat.

"Tapi biasanya adagium itu terbantahkan dengan election makes world policy. Jadi misalnya, kalau ada pemilu, akhirnya kebijakan yang mestinya diambil harus ditunda karena khawatir bisa mempengaruhi elektoral," menurutnya.

Sandi menyarankan agar pemerintah pusat bisa duduk bersama, memperbaiki kondisi ekonomi bangsa. Ia mengimbau agar kebijakan kenaikan harga BBM bukan karena semata-mata menghadapi pemilu.

"Jadi kita harus duduk sama-sama. Kita sepakati bersama pemerintah. Kita pisahkan proses politiknya. Tapi, kita hadirkan kebijakan yang terbaik buat ekonomi kita sekarang karena kita harus selamatkan Indonesia," pungkasnya. [aga]

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00