Menjadi Indonesia, Tangkal Paham Radikalisme Pada Generasi Milenial

Ragam  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 22:09:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Menjadi Indonesia, Tangkal Paham Radikalisme Pada Generasi Milenial

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Ditenggarai, para teroris tengah mencari "penerus" yang bisa dengan mudah diarahkan untuk menjadi kader yang berpemahaman radikal.

Menyikapi hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat, menargetkan generasi milenial menjadi peserta pencegahan paham radikal dan terorisme.

Ketua FKPT Jawa Barat, Yaya Sunarya mengatakan, mengapa targetnya kini adalah kawula muda. Menurutnya saat ini, para teroris itu tengah mencari penerus yang bisa dengan mudah diarahkan menjadi paham radikal.

"Target mereka (teroris) bukanlah orang tua, tapi generasi milenial. Karena dianggap masih labil dari sisi pemikiran, ideologi dan aktualisasi diri. Masih rentan sekali disusupi oleh paham lain termasuk paham radikal," kata Yaya disela kegiatan Workshop Lomba Video Pendek BNPT 2018 dengan tema Menjadi Indonesia yang digelar di Gedung Sigrong, Purwakarta, Kamis (11/10).

Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi oleh BNPT dan FKPT itu pun bertujuan untuk mengantisipasi dan pencegahan menyebarnya radikalisme. Pada bagian tersebut negara harus hadir dalam penanggulangan paham terorisme yang tengah menarget generasi muda.

Saat ini, pemahaman akan identitas negara, kata Yaya belum cukup tersosialisasikan kepada generasi penerus. Oleh karena itu, dia menyebut pendidikan mengenai kenegaraan harus sering digelar, khususnya diluar pelajaran belajar sekolah yang formal.

"Misalnya memahami Bhinneka Tunggal Ika, Nusantara, Pancasila, NKRI itu seperti apa sih  sebenarnya? Harus benar-benar dijelaskan agar tidak hanya menjadi sebuah kalimat saja, tapi harus ada nilainya," ujar dia.

Ia berharap dengan adanya kegiatan serupa kedepannya, remaja Indonesia menjadi penerus bangsa yang baik. Selain itu generasi milenial saat ini akan menjadi peka terhadap fluktuasi bermasyarakat dan bernegara. Setidaknya kawula muda harus memahami benar empat pilar kebangsaan, setelah mengikuti kegiatan-kegiatan bertemakan kebangsaan.

"Jangan sampai generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa ini mengagung-agungkan budaya atau seni lain dibandingkan budayanya sendiri," ucapnya.

BNPT Sapa Generasi Milenial

Di tempat yang sama, BNPT dan FKPT Jawa Barat menggelar workshop pembuatan Video pendek. Kegiatan itu dihadiri oleh lebih dari 100 siswa SMA di Purwakarta.

Terlihat antusias para peserta dari berbagai sekolah SMA/sederajat di Purwakarta itu telah hadir sejak pagi di gedung. Yaya menyebutkan bahwa kegiatan itu bagian dari salah satu upaya pihaknya melakukan pencegahan penyebaran paham terorisme.

"Berdasarkan riset kami, kegiatan-kegiatan semacam ini efektif dilakukan untuk menyapa kaum milenial, dibandingkan hanya sekedar sosialisasi tentang terorisme yang konvensional dilakukan," kata Yaya.

Kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya dan terobosan baru pihak BNPT dan FKPT untuk mendekatkan diri pada anak muda. Sebab generasi milenial saat ini sudah sangat dekat dengan teknologi informasi, yang salah satunya adalah sebuah video atau film.

Pada lomba video pendek yang bertema nasionalisme itu, pihaknya bisa melihat sudut pandang remaja terhadap bangsa. Yaya juga menyebutkan tujuannya adalah menyisipkan pesan deradikalisasi bagi milenial. "Selain pencegahan paham radikalisme, tujuan lainnya adalah untuk mencegah terjadinya intoleransi dalam kehidupan bermasyarakat," ucapnya.

Termasuk, dengan adanya workshop dan sosialisasi mengenai kebangsaan itu. Pihaknya berharap remaja pun bisa dengan siap menangkal isu hoax yang kini sering terjadi. Pada video pendek yang dibuat langsung oleh para siswa, Yaya menilai bahwa mereka telah berkontribusi langsung terhadap pencegahan terpecah belahnya bangsa.

"Dengan video yang dibuat, generasi milenial ini dituntut harus peka terhadap fluktuasi ideologi, identitas negara yang sebenarnya dan hoaks," kata dia.

Tidak tanggung-tanggung, pada workshop film pendek ini para siswa itu diajari oleh pakar sineasnya langsung. Seperti hadirnya seorang penulis skenario film 3 Srikandi, Swastika Nohara dan artis senior Indonesia, Ria Irawan. Keduanya dengan semangat memberikan ilmu perfilman kepada para remaja tingkat SMA di Purwakarta. [aga]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00