Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda Garut Menolak Prilaku LGBT

Opini  JUM'AT, 12 OKTOBER 2018 , 09:25:00 WIB

Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda Garut Menolak Prilaku  LGBT

Ginan Abdul Malik

LESBY, gay, beseksual dan transgender LGBT merupakan sebuah istilah yang merujuk pada sekelompok, individu yang memiliki Ekspetasi dan orientasi seksual yang keluar dari  Nilai dan hakikat takdir, relasi seksual yang kontradiktif, Menurut Sinyo (2014) LGBT berawal dari perkembangan dunia homoseksual yang berkembang pada abad-11. Sedangkan istilah LGBT mulai muncul sekitar tahun 1990-an. Sebelum masa Revolusi Seksual” pada tahun 1960-an tidak ada istilah khusus untuk menyatakan homoseksual.
 
Istilah yang paling mendekati dengan orientasi selain heteroseksual adalah istilah third gender” sekitar tahun 1860-an. Revolusi Seksual adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan sosial politik mengenural. Para hippie percaya bahwa seks adalah fenomena biologi yang wajar sehingga tidak seharusnya dilarang dan ditekan. Singkatan dari homoseksual dikenal dengan istilah LGB (lesbian, gay, dan biseksual). Kata gay dan lesbian berkembang secara luas menggantikan istilah homoseksual sebagai identitas sosial dalam masyarakat.
 
Kata gay dan lesbian ini lebih disukai dan dipilih oleh banyak orang karena sederhana dan tidak membawa kata seks. Istilah biseksual muncul belakangan setelah diketahui bahwa ada orang yang mempunyai orientasi seksual terhadap sesama jenis dan lawan jenis. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan psikologi muncul istilah baru yang tidak termasuk gay, lesbian, dan biseksual, yaitu transgender sehingga muncul singkatan baru, LGBT. Istilah ini dipakai untuk menerangkan orientasi seksual non-heteroseksual. Istilah LGBT sudah dikenal dan atau diakui oleh banyak negara di belahan dunia. Sebagian besar gerakan mereka mengatasnamakan HAM.
 
Munculnya polemik dan isu tentang LGBT di kabupaten Garut merupakan penomena domestik yang berkaitan erat dengan politik nasional, dan internasional. Setidaknya LGBT sudah menjadi Peyakit yang meresahkan masyarkat .Melihat jumlah dan perkembanganya begitu pesat dan cepat. Mestinya Hal ini harus menjadi perhatian khusus karena kita lihat ada 22 negara di seluruh dunia  yang memberikan legalitas dan dukungan kepada komunitas LGBT di indonesia yang mendorong pemerintah untuk mengakui keberadaan komunitas lesby, gay, beseksual, transgender dan interseks (LGBTI) di indonesia.
 
Tak luput dari itu dukungan dari Amerika Serikat beserta relasi diplomasinya, serta melalui sebuh badan Persatuan bangsa bangsa (PBB), yakni United Nations Developmen Programme (UNDP) yang mengucurkan dana US$ 8 juta (sekitar 108 milyar) untuk komunitas LGBTI di 4 Negara yakni Indonesia, Cina, filipina dan Tahiland (detik.com).
 
 Tentunya fenomena tersebut merupakan hegemony LIBRALISME, GLOBALISME dan HAM yg di bungkus oleh budaya barat yang berusaha dengan keras untuk mengkampayeukan semangat Kdzaliman yang sejatinya itu semua bertentangan dengan nilai-nilai ISLAM dan nilai-norma budaya di  indonesia.
 
Tentunya Isu LGBT di kab Garut sudah menjadi keresahan dan berdampak pada masyarakat Dengan melihat predaranya sudah masif meyentuh element masyarakat bahkan tidak hanya di perkotaan peyakit masyarakat ini pula sudah masuk merambak ke plosok desa-desa, seperti yang di lansir dari data Komisi Penangulanagn AIDs (KPA) kab Garut meyatakan bahwa pada tahun 2015 jumlah lelaki seks lelaki (LSL) di Garut mencapai +3.300 Orang itu. Ditambah lagi dengan implikasi peyakit yang di akibatkan dari peyimpangan itu sudah tercatat bahwa sudah ada 40 orang yang terjangkit HIV, artinya ada satu atau dua orang dalam sebulan yang terjangkit peyaklit HIV. 

Tentunya itu semua Harus disikapi dengan serius dan profesional oleh pemerintah, kepolisian tokoh agama dan seluruh Element masyarakat di kab Garut. Dan  Kita sebagai mahasiswa islam Harus memiliki Spiritual, intelektual Dan sensitifitas Untuk membungkus katarsis Menjadi solusi dalam membendung persoalan itu.
 
Oleh: Ginan Abdul Malik 
Fungsionaris Himpunan Mahasiswa Islam cabang Garut
 


Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB