Polda Jabar Bongkar Kasus LGBT Melalui Facebook

Hukum  JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 14:00:00 WIB | LAPORAN: DZAKY RIJAL

Polda Jabar Bongkar Kasus LGBT Melalui Facebook

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Polda Jabar berhasil membongkar praktek prostitusi sesama jenis, melalui media sosial facebook.

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli cyber Polda Jabar, oleh tim Ditreskrimsus Polda Jabar, awal oktober 2018.

Wadir Reskrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata menjelaskan, para pelaku kasus prostitusi online sesama jenis (LGBT), berhasil diungkap melalui akun facebook dengan nama Grup Facebook Gay Bandung Indonesia (GBI).

"Grup ini berhasil kita bongkar tanggal 9 oktober 2018 lalu, dimana admin grup yang merupakan tersangka atas nama Ikhsan Syamsudin kita amankan, di sekitar jalan gumuruh kota Bandung," jelas Wadir Reskrimsus AKBP Hari Brata, Jumat (19/10) saat rilis pengungkapan kasus di Mapolda Jabar.

Wadir Reskrimsus menambahkan, selain Ikhsan. Diamankan juga laki-laki yang menjadi pasangan Ikhsan, yakni Iwan di tempat kost Ikhsan.

"Iwan kita amankan juga, karena menjadi pasangan Ikhsan dalam kasus ini. Keduanya merupakan gay," paparnya.

Dari hasil pendalaman, bahwa akun Gay Bandung Indonesia dibuat sejak tahun 2015 lalu.

"Akun ini sejak 2015 berada, dan ada anggotanya mencapai 4.093 anggota dimana dalam grup tersebut ditemukan percakapan yang melanggar norma kesusilaan sesama jenis," paparnya.

Untuk menjadi anggota grup ini, menurut Wadir Reskrimsus tidak mudah, melainkan harus menjadi member grup.

"Jika ingin jadi anggota grup harus  jadi member,dan bisa bergabung dalam grup," terangnya.

Selain menyediakan jasa laki laki sesama jenis, grup Facebook Gay Bandung Indonesia juga menawarkan wanita pemuas seks dan pijat khusus laki-laki.

"Intinya grup ini banyak melakukan aktivitas yang melanggar norma kesusilaan," paparnya.

Selain menangkap dua tersangka, diamankan juga 25 pcs alat kontrasepsi, empat unit handphone dan dua kartu atm.

"Dua tersangka dijerat pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU no. 11 tahun 2008 tentang ITE," terangnya.

Untuk ancaman kepada dua tersangka ini, hukuman penjara 6 tahun dan denda maksimal 1 milyar. [yud]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB