Permintaan Meningkat, Pedagang Telur Sumringah

Ekbis  JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 22:32:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Permintaan Meningkat, Pedagang Telur Sumringah

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Pedagang telur di Purwakarta diuntungkan dengan murahnya harga telur saat ini, namun omset penjualannya mengalami kenaikan. Harga telur ayam broiler berada di level terendah, kini harganya mencapai Rp20 ribu per kilogram.

Nuryati (50 tahun) pemilik PD Sumber Rezeki Gang Dukuh, Kelurahan Nagri Kaler, Kabupaten Purwakarta, mengatakan, sudah sepekan terakhir harga telur mencapai Rp20 ribu per kilogram. Pekan kemarin, masih di angka Rp21 ribu per kilogram.

"Saat ini harga telur berada di level termurah. Bahkan, harga telur maksimalnya di angka Rp23 ribu per kilogram," ujar Nuryati, Jumat (19/10).

Menurut Nuryati, dengan murahnya harga telur ini membawa keuntungan tersendiri bagi pedagang seperti dirinya. Sebab, permintaan akan telur mengalami peningkatan. Dalam sehari saja, Nuryati mampu menjual minimalnya 10 ikat telur. Untuk satu ikatnya, mencapai 15 kilogram.

Karena itu, secara konsisten dirinya tetap meminta untuk dikirim telur dari peternak yang berada di Jawa. Dalam sepekan, Nuryati mendapat kiriman 70 ikat telur ayam broiler. Telur tersebut, habis terjual selama tujuh hari.

"Jadi, di gudang saya tidak ada telur yang disimpan lebih dari tujuh hari," ujarnya.

Nuryati mengaku, konsumen langganannya bervariasi. Mulai dari pedagang warung, pedagang nasi goreng, pedagang telur gulung, sampai ibu rumah tangga. Dirinya menjual telur dengan partai besar dan eceran. Untuk pembelian dalam jumlah banyak, ada potongan harga lagi.

Sementara itu, Roberto Simanjuntak (27 tahun) pedagang telur gulung asal Gang Flamboyan III, Kelurahan Nagri Kaler, mengatakan, dirinya selalu membeli telur ayam di PD Sumber Rezeki. Alasannya, harganya lebih murah dan jaraknya lumayan dekat dengan rumah.

"Kalau pedagang kecil seperti kita, pasti mengejar harga yang lebih murah. Meskipun selisihnya Rp 1.000, pasti pilih yang lebih murah," ujarnya dengan tersenyum.

Edi Wahyudin (38 tahun) pedagang nasi goreng yang biasa mangkal di Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, mengatakan, harga telur di Pasar Leuwi Panjang mencapai Rp21 ribu per kilogram. Harga tersebut, sudah sepekan terakhir.

"Pernah kita membeli telur harganya sampai Rp 19.500 per kilogram. Kalau harga termahal pernah mencapai Rp26 ribu per kilogram," ujar Edi.

Dirinya lebih suka membeli telur di pasar tradisional, ketimbang di toko grosiran. Alasannya, kalau dipasar bisa memilih ukuran telurnya. Yakni, yang satu kilogramnya mencapai 18 butir. Jika membeli di toko grosir, ukuran telurnya lebih besar jadi dalam satu kilogramnya antara 15-16 butir. [ald]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB