ProDem Tak Kaget Meikarta Bermasalah Hukum

Hukum  SABTU, 20 OKTOBER 2018 , 06:20:00 WIB | LAPORAN: YUDHA SATRIA

ProDem Tak Kaget Meikarta Bermasalah Hukum

Foto/RM

RMOLJabar. Terungkapnya transaksi suap menyuap terkait perizinan proyek Meikarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengagetkan. Sejak awal sangat jelas proyek garapan Lippo Grup di sebelah timur Jakarta itu tidak mengantongi perizinan yang cukup.

Syafti 'Ucok' Hidayat salah seorang yang tidak kaget. Ketua Majelis Jaringan ProDem ini menyatakan sejak awal ProDem menolak dan menganggap Meikarta proyek gagal.

ProDem turut menyesalkan sikap dan pernyataan Luhut Binsar Panjaitan sebagai perwakilan pemerintah yang menjamin bahwa Meikarta memiliki legalitas. Padahal saat itu jelas sekali proyek ini tidak memenuhi perizinan yang cukup terkait izin luas lahan yang bisa dimanfaatkan tidak sesuai dengan peruntukannya.

"Dan kini terbukti proyek ini gagal total dan bermasalah secara hukum," kata Syafti melalui pesan elektronik, Jumat (19/10).

Syafti mengungkap dari kajian ProDem sebagaimana dilaporkan advokat Senator ProDem Effendi Saman, setidaknya ada kurang lebih 100 ribu konsumen terancam tidak bisa menerima kembali dana yang diinvestasikan di proyek Meikarta. Di saat bersamaan muncul anggapan penjualan unit apartemen di Meikarta seharga Rp 125 juta tidak wajar.

Syafti pun menugaskan tim hukum ProDem untuk mengambil langkah-langkah hukum. Pertama membuka posko pengaduan konsumen proyek Meikarta di Sekretariat ProDem di Jalan Veteran I No. 33, Gambir, Jakarta Pusat. Meminta KPK untuk memeriksa CEO Lippo Group James Riady.

Kemudian mendesak BPK agar segera mengaudit Lippo Group dalam proyek Meikarta. Meminta Imigrasi mencegah James Riady untuk tidak bepergian keluar negeri agar KPK bisa menjalankan tugas penyelidikan dan penyidikan untuk skandal Meikarta.

"Terakhir, menyiapkan gugatan perdata perbuatan melawan hukum terhadap Lippo Group melalui Pengadilan Negeri setempat untuk korban konsumen Meikarta," tukas Syafti yang pernah melakukan taubat nasuha di depan Istana Negara karena menyesal telah mendukung Jokowi di Pilpres lalu seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.[aga]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB