Warga Perumahan Mewah Di Depok Demo Pengembang

Peristiwa  MINGGU, 21 OKTOBER 2018 , 07:47:00 WIB | LAPORAN: BOBBY AFIF

Warga Perumahan Mewah Di Depok Demo Pengembang

foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Warga Perumahan Aruba Kota Depok mengaku kecewa dengan pihak developer, lantaran belum adanya titik temu untuk proses penyerahan fasos fasum.

Mediasi antara warga dan pengelola gagal. Pihak pengelola perumahan perumahan mewah itu melarang masuk perwakilan dan mensyaratkan agar warga tidak membawa alat komunikasi tanpa alasan jelas.

Ketegangan sempat terjadi antara perwakilan warga dan dengan pihak keamanan pengelola Aruba yang menghalangi masuk ke ruang mediasi.

"Kita tidak mengerti kenapa dilarang membawa alat komunikasi. Bahkan, kita nego minta ke pihak kepolisian untuk hanya tiga orang saja yang membawa alat komunikasi. Ini kan bukan hal yang substansi dalam pertemuan antar warga dan pengelola Aruba," papar kuasa hukum warga perumahan Aruba, Wahyu  Hargono, Jl. Pemuda, Pancoran Mas, Depok, Sabtu (20/10).

Salah satu tuntutan dari warga, kata Wahyu, agar adanya penyerahan fasos fasum seperti: jalan, lampu serta sarana olah raga agar bisa dikelola warga.

"Warga juga mengeluhkan adanya iuran pengelolaan lingkungan bagi warga Aruba. Sebab, besaran iuran antara Rp  200 ribu sampai Rp 1 juta tergantung ukuran besaran rumah," paparnya.

Hal senada diutarakan salah satu warga perumahan Aruba, Arnof. Ia mengaku kecewa dengan pihak pengelola.

Pemkot Depok sendiri sebelumnya telah mengeluarkan SP3 agar developer segera menyerahkan fasos fasum perumahan mewah itu ke pemerintah.

"Secara aturan kita pahami kalau sudah turun SP3 seharusnya kan pengelola harus mentaatinya. Apalagi, dalam mediasi ini nampak hadir sekda Depok, Satpol PP dan Polres. Berati kan sudah tidak menghormati Pemkot Depok," ujarnya

Seusai mediasi gagal dengan pengelola Aruba, sekitar 50 warga tersebut melanjutkan berkumpul dan ramah tamah.  Terkait aksi lanjutan, warga Aruba masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Kota Depok.

Pengamanan di Aruba oleh pihak keamanan cukup ketat. Pasalnya, saat wartawan yang akan datang dan meliput kegiatan warga terkesan dipersulit. [bon]






Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB