Tuntutan GP Ansor Dan Banser Dibubarkan Sarat Nuansa Politis

Politik  SABTU, 27 OKTOBER 2018 , 22:29:00 WIB

Tuntutan GP Ansor Dan Banser Dibubarkan Sarat Nuansa Politis

Dave Laksono/Net

RMOLJabar. Tuntutan ribuan massa Aksi Bela Tauhid agar pemerintah membubarkan organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinilai sangat politis.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono enggan menanggapi lebih jauh tentang wajar atau tidaknya tuntutan tersebut dilayangkan akibat pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Namun, Dave menduga tuntutan itu sarat nuansa politis daripada untuk menegakkan supremasi hukum.

"Ya, saya pribadi melihat ini ini lebih pada gerakan politiknya, ketimbang niatan tersebut," tegasnya saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/10).

Apalagi, dalam demo kemarin, ada salah satu orator yang meneriakkan 2019 ganti presiden. Ribuan pendemo pun mengiyakan teriakan tersebut.

"Tahu sendiri lah. Kalau misalnya ada disusupi seperti itu (teriakan 2019 ganti presiden) pasti arah-arahnya ke sana (politik)," tandasnya.

Makanya, Dave yang juga Anggota Komisi I DPR RI ini menantang peserta Aksi Bela Tauhid untuk menempuh jalur hukum jika tetap menginginkan GP Ansor dan Banser dibubarkan oleh pemerintah.

"Biar aparat hukum saja yang menentukan," pungkasnya seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL. [ald]

Komentar Pembaca