Bersama BPBD Dan SAR, ACT Data Kebutuhan Pengungsi Banjir Tasikmalaya

Sosial  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 14:10:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Bersama BPBD Dan SAR, ACT Data Kebutuhan Pengungsi Banjir Tasikmalaya

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Tim Emergency Response ACT terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendata kebutuhan para pengungsi akbibat banjir Tasikmalaya. Koordinasi tersebut dipusatkan di posko gabungan yang berada di Kecamatan Cipatujah.

Koordinator Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya Fauzi mengatakan, tim nya akan segera mendirikan posko di wilayah Culamega yang terkena dampak banjir paling signifikan.

"Insya Allah, kami akan dirikan posko di Culamega. Besok kan akan datang 5 personil tambahan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Bandung. Apa-apa yang dibutuhkan warga sudah kami data, sehingga bisa memudahkan tim untuk pendistribusian logistik dan pangan dari posko,” kata Fauzi, Rabu (7/11).

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur ‎Kabupaten Tasikmalaya sejak Senin (5/11) sore membuat arus Sungai Pasanggrahan meluap. Akibatnya, Selasa (6/11), banjir merendam tiga kecamatan sekaligus, yakni Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega.

Berdasarkan informasi Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya hingga Selasa (6/11) malam, banjir setidaknya telah menghanyutkan 6 warga lokal di 3 kecamatan tersebut.

Lima di antaranya sudah ditemukan, sementara satu korban lagi masih dalam pencarian,” ungkap Fauzi.

Selain menyebabkan korban jiwa, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur serta sekitar 500 rumah warga. Jembatan yang menghubungkan Desa Cipatujah dengan Desa Cindum dan Desa Ciheuras di Kecamatan Cipatujah terputus, sehingga menghambat akses jalan utama.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendata, dampak terparah banjir berada di Kecamatan Culamega. Air banjir merendam rumah warga hingga setinggi 2 meter atau seatap rumah. Tidak hanya itu, banjir juga disertai longsor yang menewaskan 2 warga serta merobohkan tiang listrik.

"Korban jiwa di Kecamatan Culamega saja 4 orang, dari total 5 orang yang terdata. Tim gabungan ACT, BPBD, dan tim SAR mendata banyak warga Culamega mengungsi. Rata-rata dari mereka mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena dampak banjir,” terang Fauzi.

Menurutnya, saat ini para pengungsi amat membutuhkan makanan siap santap, pakaian, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan. Mesin steam juga diperlukan untuk membersihkan rumah dan fasilitas umum. [gan]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB