Gerak Cepat, ACT Dirikan Posko Banjir Tasikmalaya

Sosial  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 14:39:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Gerak Cepat, ACT Dirikan Posko Banjir Tasikmalaya

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Tiga posko ACT telah didirikan guna membantu pengungsi wilayah terdampak banjir Tasikmalaya. Ketiga posko tersebut terdiri dari satu posko induk, satu posko unit, dan satu posko dapur umum.

Begitu dikatakan Koordinator Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya Fauzi dalam keterangannya, Rabu (7/11).

"Posko induk berada di jalan utama Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah," terang Fauzi.

Posko dapur umum saat ini telah berdiri di Kampung Wangun, Desa Bojongsari, Culamega. Dapur umum ini berdiri di tempat yang sama dengan posko unit.

Fauzi memaparkan, timnya segera mendirikan satu dapur umum dan posko unit tambahan. Masing-masing akan didirikan di Desa Cikuya dan Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega. Selain itu, tim nya juga segera mendistribusikan makanan siap santap untuk para pengungsi.

Sebelumnya, banjir yang menerjang Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (6/11) turut diikuti longsor. Kecamatan Culamega merupakan daerah yang mengalami dampak banjir yang parah. Sejumlah titik masih terisolir dan tidak bisa dilalui kendaraan akibat akses jalan yang tertimbun material longsoran.

Fauzi mengatakan, longsor menutup 8 titik di Culamega. "Untuk ke Culamega saja kami harus berjalan kaki 6-8 kilometer dari Wangunsari. Jalan terputus total," jelas Fauzi.

Bersama warga, Tim Emergency Response ACT Tasikmalaya membersihkan longsoran di jalur tersebut agar jalan kembali dapat dilalui.

"Alat berat baru saja datang, sedangkan tim ACT akan ditambah 10 orang. Saat ini masih dalam perjalanan dari Garut," ujar Fauzi.

Hingga kini, hujan ringan hingga deras masih mengguyur wilayah Tasikmalaya. Sejumlah warga Culamega masih mengungsi di dua titik pengungsian, yakni di Babakan Situ dan Pabrik Kayu di Desa Cikuya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tasikmalaya, total tiga kecamatan terdampak banjir bandang ini, yakni Culamega, Cipatujah, dan Karangnunggal.

Dikabarkan lima orang meninggal dunia akibat terseret arus sungai yang meluap dan tertimbun tanah longsor. Bencana ini juga merendam ribuan rumah warga dan merusak infrastruktur daerah. [yud]

Komentar Pembaca
Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB