Kabupaten Bandung Barat

Pergerakan Tanah Di Sindangkerta, 48 Rumah Terancam Roboh

Peristiwa  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 18:31:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Pergerakan Tanah Di Sindangkerta, 48 Rumah Terancam Roboh

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Bencana pergerakan tanah mengancam jiwa 123 Kepala Keluarga di Kampung Sawah Jauh dan Kampung Cihantap, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat.

Data yang dihimpun, sedikitnya 48 bangunan rumah pada pemukiman yang letaknya dibawah tebing mengalami retak pada bagian dinding dan lantai. Warga juga diimbau untuk mengungsi jika intensitas hujan meningkat.

Ratmi (55) warga Kampung Cihantap, RT 2 RW 7 menuturkan, pergerakan tanah mulai dirasakan pada 1 Nopember 2018 sekira jam 16.00 WIB. Diawali longsoran di beberapa sisi tanah, perlahan retakan terjadi hingga kini lantainya amblas setinggi lima centimeter di beberapa bagian.

"Awalnya tanah itu seperti bergetar, kata suami saya ada longsor dibawah. Tak berselang lama beberapa dinding dan lantai retak," tutur Ratmi ditemui Kamis (8/11).

Meski masih bisa ditinggali, setiap malam Ratmi tak bisa tertidur lelap jika tidur dalam rumah permanennya itu. Apalagi saat turun hujan deras dan berlangsung lama, sesekali tanah bergetar dan sontak bergegas keluar.

"Kalau hujan deras apalagi lama, tanah terasa bergetar dan warga lain juga pada keluar rumah cari tempat aman," kata dia.

Warga lainnya Indri (42) mengaku, ia yang tinggal bersama suaminya kerap mengungsi ke rumah orang tuanya berjarak tak begitu jauh dari rumahnya yang retak. Ia khawatir pergerakan tanah merobohkan bangunan rumah saat mereka tengah berada didalam.

"Kalau hujan besar suka pindah ke atas. Tapi kalau hujan kecil di sini aja,"kata Indri.

Indri mengeluh, meski hidup di rumahnya ini mengancam jiwa, namun tak ada pilihan lain selain tetap menempati bangunan yang kini retak parah pada bagian dinding dan lantainya.

"Mau gimana lagi. Tetangga yang lain juga sama," keluhnya.

Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid menyebut jika rumah warga yang terdampak saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan. Hampir semua bangunan di pemukiman dua kampung itu mengalami retak dan berpotensi roboh.

Pemerintah Desa mengimbau, warga terdampak melakukan langkah antisipasi dengan segera keluar rumah jika hujan turun cukup deras.

"Imbauan kepada RT dan RW terkena dampak supaya meninggalkan tempat tinggal apalagi ketika hujan deras. Nanti Pemdes menyiapkan untuk tempat pengungsiannya," ucap dia.

Namun demikian, lanjut Abdul, pihaknya tidak bisa memaksa jika masih ada warga yang enggan untuk dievakuasi mengingat banyaknya barang-barang di rumah yang tidak bisa ditinggalkan.

"Tapi masyarakat meninggalkan rumah itu berat soalnya ada barang. Tapi saya bilang supaya masyarakat jangan sayang sama barang tapi sama jiwa," katanya.

Selain itu, Abdul meminta agar pemerintah KBB bisa memberikan bantuan untuk mengevakuasi warganya. Sebab, sambung dia, jika mengandalkan anggaran yang dimiliki desa jumlahnya tidak mencukupi.

"Ini mohon bantuan dari yang berkepentingan misalnya penanggulangan bencana atau APBN soalnya ini harus direlokasi atau dipindahkan masyarakatnya. Kalau menggunakan anggaran desa tidak akan cukup," kata dia. [yud]



Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB