Purwakarta

Gelapkan Mobil Kreditan, Oknum ASN Dibui

Hukum  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 19:43:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Gelapkan Mobil Kreditan, Oknum ASN Dibui

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Terbukti menggelapkan mobil kreditan milik leasing Olympindo Multi Finance. Oknum ASN Perum Perhutani KPH Purwakarta, berinisial WG (44) divonis 1 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwakarta.

Hakim Ketua, Nofita Dwi Wahyuni menyatakan WG, warga Kampung Krajan, Desa Benteng, Kecamatan Campaka itu bersalah. Karena telah mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan benda yang merupakan objek jaminan fidusia. Apalagi tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia.

Diketahui WG menggelapkan sebuah mobil jenis Toyota Rush. Mobil ini masih terikat angsuran dari Olympindo Multi Finance yang kini berubah nama menjadi JTrust Olympindo Multi Finance.

"Sebagaimana diatur dalam Pasal 36 Undang-undang nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia. Pengadilan pun akhirnya menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama satu tahun dengan denda sebesar Rp 30 juta, subsidiair 3 bulan kurungan," kata Majelis Hakim dalam amar putusannya, pada Rabu (24/10) lalu.

Pengadilan pun menyatakan didapat barang bukti berupa satu berkas aplikasi atas nama Wawan Gunawan. Surat ini diberikan ke PT Olympindo Multi Finance. Selain itu sebuah berkas jaminan fidusia nomor W11.00969951.AH.05.01 tanggal 27 Juni 2016 juga menjadi barang bukti.

Sementara, Kepala Staff Hubungan Masyarakat, JTrust Olympindo Multi Finance, Denny Poernawan membenarkan hal tersebut. Menurutnya Wawan telah menggelapkan mobil jenis Toyota Rush S 1.5 tahun 2015. Sementara kendaraan tersebut memiliki Nopol T 1616 AA.

Sebelumnya Wawan sudah mengangsur kendaraan ini ke Olympindo Multi Finance selama 3 bulan. Dengan jumlah angsuran Rp 5.360.000 perbulannya. Tetapi setelah itu Wawan justru menjual kendaraan tersebut tanpa persetujuan PT Olympindo Multi Finance.

"Terdakwa menjual kendaraan tanpa persetujuan kami ke saudara Dede Riweuh. Sementara terdakwa menjualnya dengan nilai Rp 35.000.000 saja padahal kendaraan tersebut nilai keseluruhannya adalah Rp 150.000.000," katanya, kepada awak media, Kamis (8/11).

Menurut Denny sebenarnya semua langkah telah dilakukan untuk memberikan jalan tengah bagi kedua belah pihak. "Hanya saja terdakwa tetap enggan membayar sehingga kami menempuh jalur hukum," katanya. [aga]

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB