Siapa Bilang Kota Sukabumi Tidak Punya Pasar?

Opini  JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018 , 06:03:00 WIB

Siapa Bilang Kota Sukabumi Tidak Punya Pasar?

Terminal Lama/net

PASAR tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung. Siapa bilang Kota Sukabumi tidak punya pasar ????. Justru Kota Sukabumi mempunyai pasar yang paling luas dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Barat bahkan mungkin di Indonesia.

Pasar Kota Sukabumi dari jalan Ahmad Yani, Harun Kabir, Pasundan, Ramayana, bahkan hampir 1/3 pusat Kota Sukabumi wilayah Cikole adalah pasar, hebat kan.

Karena tempat bertemunya penjual dan pembeli, sudah selayaknya pemerintah memberikan tempat yang layak, nyaman dan aman sehingga penjual maupun pembeli yang akan melakukan transaksi jual beli bisa melakukan dengan nyaman.

Penjual harus dimanusiakan, demikian juga pembeli harus dibuat nyaman masuk ke pasar. Sudahkah terwujud di Kota Sukabumi?? wallahuallam.

Melihat rencana pemerintah kota saat ini untuk membangun pasar tradisional semi modern, dan terkendala dengan masih banyak jalan yang tertutup oleh pedagang, menimbulkan masalah baru yaitu terganggunya mobilitas alat berat dan truk-truk besar pengangkut pasir, batu, besi dan lain-lain yang akan digunakan untuk proses pembangunan pasar.

Harusnya sebelum pembangunan pasar, dilakukan pertemuan-pertemuan (mediasi) dengan "para pengurus" pasar. Karena para pedagang itu hanya akan menurut pada "para pengurus pasar". Sudahkah dilakukan?, duduk bersama mencari solusi terbaik dengan mereka akan sangat menunjang lancarnya pembangunan pasar ke depan.

Lokasi-lokasi pemindahan pedagang supaya lebih nyaman dan lebih manusiawi bisa dipilih sebagai alternative, diantaranya adalah di Terminal Baru Jalan Lingkar Selatan yang masih sepi, ataupun di bekas terminal lama.

Perubahan biasanya memang memerlukan pengorbanan. Tetapi kalau masyarakat diberikan penyadaran dan pengertian, asal perubahan itu membuat para pedagang lebih nyaman dan aman dalam berdagang serta "para pengurus" pasar tidak merasa berkurang/hilang penghasilan, kebijakan itu akan berjalan dengan baik dan lancar.

Hanya diperlukan "ngobrol-ngobrol" lebih intens lagi dengan "perwakilan pedagang" dan "para pengurus" serta tokoh-tokoh lokal dimana pasar akan dipindahkan, supaya yang lama tidak kehilangan penghasilan dan tempat baru mendapatkan bagian tanpa merugikan pedagang.

Apapun kebijakan nya harus diamankan, karena akan berkaitan dengan wibawa pemerintahan apabila setiap kebijakan kurang tegas pelaksanaan nya. Mari memanusiakan pedagang dan pembeli dengan memberikan tempat yang nyaman buat sebuah pasar tradisional.***

Tokoh Masyarakat Kota Sukabumi Ir. A Bagus Pekik H

Komentar Pembaca
Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

Darmin Tak Sejalan Dengan Jokowi

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

Maroko Luncurkan Satelit Mohammed VI-B

RABU, 21 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

Pembantaian Keluarga Nainggolan Diperagakan

SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

Intervensi Media Dalam Pilpres 2019

SENIN, 29 OKTOBER 2018 , 23:07:00

TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga Di NTB