Ini Sikap Mahasiswa Soal Pengunduran Diri Bupati Indramayu

Pemerintahan  SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 01:52:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Ini Sikap Mahasiswa Soal Pengunduran Diri Bupati Indramayu

Dega Abieta Kresna/RMOLJabar

RMOLJabar. Keputusan pengunduran diri Bupati Indramayu Anna Sophanah dari jabatannya, menuai Pro dan Kontra. Publik, khususnya masyarakat Indramayu sontak terkejut dengan keputusan itu.

Menanggapi tentang mundurnya Anna Sophanah, Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu (Ika Darma Ayu) Bandung mengeluarkan pernyataan sikap pada tanggal 9 November 2018.

Ketua Umum Ika Darma Ayu Bandung Dega Abieta Kresna mengatakan, pernaytaan sikap dikeluarkan terkait banyaknya masyarakat yang belum tahu dan masih bingung tentang pengunduran diri Bupati Anna Sophanah.

"Sengaja kami keluarkan sebagai sikap Mahasiswa Indramayu yang tergabung dalam Ika Darma Ayu," ujar Dega kepada Kantor Berita RMOL Jabar, Senin (12/11)

Menurut Dega, salah satu peran Ika Darma Ayu Bandung yaitu memberikan kontrsibusi intelektual dalam tatanan kehidupan berdemokrasi.

Oleh karena itu, menanggapi pengunduran diri Anna Sophanah yang masa jabatannya terhitung dari tahun 2016 s/d 2021 tersebut, maka Ika Darma Ayu Bandung mempunyai beberapa pandangan.

Pertama, sebut Dega, pengunduran diri Bupati Anna Sophanah merupakan hak individu yang dijamin oleh pasal 78 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah, bahwa 'Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah berhenti karena permintaan sendiri'.

Kedua, bahwa permintaan mundurnya dari jabatan Bupati dengan alasan ingin lebih fokus mengurusi keluarga. Menurutnya, ini menjadi sorotan dalam pandangan Ika Darma Ayu Bandung dan masyarakat Indramayu pada umumnya.

Kenapa ? Dega menyatakan, bahwa ketika Pilkada 9 Desember 2015, Anna Sophanah dinyatakan sebagai calon Bupati Indramayu terpilih untuk mengabdi selama 5 tahun dengan masa bakti 2016-2021, yang kemudian dilantik pada 17 Februari 2016, maka mempunyai 2 (dua) tanggung jawab .

"Pertama, legally binding responsibilities. Dan kedua, morally binding resposibilities," sebut Dega.

Secara legally binding responsibilities mempunyai implikasi terhadap bagaimana Bupati melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Maka dalam konteks morally binding responsibilities, jelas Dega, Bupati Indramayu dalam rangka mempertahankan kepercayaan yang telah diamanahkan oleh rakyat melalui Pilkada, salah satunya ialah dengan cara mempertahankan kepercayaan untuk menjabat dan mengabdikan dirinya selama periode yang telah ditentukan.

"(Sehingga) dengan permintaan mundurnya Bupati Anna Sophanah, berarti telah mencederai Morally Binding Resposibilities. Sehingga hal ini menjadi preseden buruk terhadap tatanan Pemerintahan Daerah Indramayu, khususnya hal ini akan menjadi catatan ketika memilih Calon Bupati yang akan datang," pungkasnya.[feb]

Komentar Pembaca
Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 15:00:00

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00