Pahlawan Dari Sigi, Sempat Viral Dan Ikhlas Bantu Penyintas Gempa

Sosial  KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 , 20:35:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Pahlawan Dari Sigi, Sempat Viral Dan Ikhlas Bantu Penyintas Gempa

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Hunian terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) berhasil dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT). Tepatnya di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

ICS tersebut kini terisi penuh oleh 60 KK korban bencana gempa yang menimpa sigi pada 28 September 2018 lalu. Seperti ICS ACT pada umumnya, di sana terdapat pula mushola, tempat bermain, MCK dan dapur umum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ICS tersebut tidak berdiri begitu saja. Melainkan ada cerita panjang seorang nenek yang memperjuangkan hunian sementara (huntara) tersebut. Nenek itu ialah Sulastri (58).

Kantor Berita RMOLJabar berkesempatan berbincang dengan Sulastri yang saat itu tengah duduk di salah satu huntara. Kemudian Sulastri mengajak RMOLJabar dan rombongan ACT untuk masuk dan melihat kondisi huntara yang selesai dibangun.

Dari situ, Sulastri mulai bercerita. Pada awalnya Sulastri hanya seorang petani yang menggarap lahan miliknya sendiri dan orang lain. Lahan itu diperolehnya hasil dari mengais rezeki di negeri tetangga yakni sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Akan tetapi, setelah gempa meluluhlantakan Sigi, Palu dan Donggala, hati Sulastri terketuk membantu tetangga dan penyintas lainnya yang harus tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Sulastri mengaku, saat itu dirinya didatangi tim dari ACT. Hingga akhirnya, Sulastri membenarkan soal lahan miliknya siap dihibahkan untuk dijadikan huntara.

"Orang dari ACT datang kepada saya menanyakan kepada saya mengenai kebenaran saya soal penghibahan lahan," ucap Sulastri, Rabu (28/11).

Pada awalnya, setelah gempa menerjang ada relawan yang berbincang dengan dirinya. Kepada relawan, Sulastri siap menghibahkan lahan miliknya dijadikan huntara untuk korban gempa.

Tanpa sepengatuhan Sulastri, cerita tersebut viral di media sosial. Sampai akhirnya, lembaga kemanusiaan ACT menghubungi dan menemui Sulastri.

Sulastri sebelumnya tidak mengetahui ACT. Kemudian dijelaskan soal ACT adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang kemanusiaan.

"Dia bilang mau membuatkan huntara. Dia (Tim ACT) juga cerita sebelumnya membantu juga saat (gempa) Lombok," ucapnya.

Setelah dijelaskan tim ACT, Sulastri masih bingung dikarenakan belum paham sistem kerja lembaga kemanusiaan tersebut. Pasalnya, ia takut setelah huntara selesai dibangun akan jadi hutang dirinya.

"Ternyata tidak, ACT hanya membantu membangunkan huntara saja," paparnya lega.

Sulastri berjanji, kedepannya ICS tersebut akan diisi oleh kegiatan keagamaan. ICS itu juga nantinya akan dikelola relawan ACT, Sulastri dan warga sekitarnya selama tiga tahun ke depan.

"Setiap malam Jumat berjanzi, ada orang meninggal mengaji 30 juz. Nanti hari Minggu (2/12/2018), ada peringatan Maulid Nabi," ujarnya. [gan]

Komentar Pembaca
Unicorn Bukan Yunikon

Unicorn Bukan Yunikon

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 17:00:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00