Cak Nanto Sebut Keluarganya Diteror Seseorang Tak Dikenal

Peristiwa  SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 20:21:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Cak Nanto Sebut Keluarganya Diteror Seseorang Tak Dikenal

Cak Nanto/RMOLJabar

RMOLJabar. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah terpilih periode 2018-2022 Sunanto atau karib dipanggil Cak Nanto mengaku, keluarganya diteror dan mendapat ancaman dari seorang yang mengatasnamakan aparat kepolisian.

Tak hanya dihujani teror, keluarganya pun mendapat ancaman dari seorang tak dikenal melalui telepon. Intimidasi itu diterimanya dari keluarga di kampung halaman, Madura-Jawa Timur, saat berbincang ringan bersama sahabatnya di rumah.

"Sore ini di tengah perbincangan dengan sahabat di rumah, saya dikejutkan bunyi Hp dari keluarga di Madura, beliau menangis karena dapat telpon dari seseorang menginformasikan bahwa saya ditangkap polisi dan meminta sejumlah uang pada keluargaku dengan memaksa," tulis Sunanto dalam akun Facebook miliknya @Cak Nanto, Sabtu (1/12) sore.

Cak Nanto menyesal, di masa awal keterpilihannya sebagai Ketua Umum di sebuah organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia, namun belum apa-apa sudah diteror. Apalagi, teror dan ancaman itu dilakukan terhadap keluarganya.

"Masih ada orang yang menyakiti keluargaku padahal saya belum membahagiakan mereka, jangan tambah kesedihanku dengan teror-teror lagi pada mereka. Mereka orang kampung yang cepat panik karena sayangnya sama aku," kata Cak Nanto.

Kepada semua pihak yang merasa pernah dirugikan atau kecewa, Cak Nanto harap bisa diselesaikan secara gentle, fair dan terbuka tanpa menyeret-nyeret persoalan pribadi ke masalah keluarga.

"Biarkan saya mengabdi, kalau ada urusan berurasan dengan saya bukan dengan keluargaku. Jangan sakiti keluargaku, karena saya tidak akan berhenti untuk perjuangan ini," pungkasnya.

Diketahui, sejak berita ini ditulis, status facebook yang ditulis Cak Nanto sekitar 1 jam lalu itu, mendapat respon dari ratusan netizen. Sekitar 351 membubuhi like, 75 komentar dan 5 netizen menshare status itu. Netizen mengomentarinya dengan aneka ragam pendapat, prihatin dan ada pula yang mensupport. [yud]



Komentar Pembaca