Kabupaten Garut

Jelang Pemilu, Dandim 0611 Mengajak Masyarakat Mewujudkan Suasana Damai

Politik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 08:43:00 WIB | LAPORAN: DZAKY RIJAL

Jelang Pemilu, Dandim 0611 Mengajak Masyarakat Mewujudkan Suasana Damai

foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Azis meminta masyarakat agar senantiasa mewujudkan suasana damai pada Pemilu di Indonesia, khususnya Kabupaten Garut. Salah satu cara mewujudkannya, dengan tidak menyebar fitnah, hoax hingga melakukan ujaran kebencian.

"Selama menjelang musim Pemilu masyarakat sangat rentan disusupi berbagai informasi yang menyesatkan yang berbau fitnah dan hoax. Kondisi tersebut tidak jarang kemudian menjadikan diantara masyarakat yang melakukan ujaran kebencian menggunakan berbagai media," ujarnya.

Menurutnya fitnah, hoax, dan ujaran kebencian ini memang adalah hal yang sangat mungkin memicu terjadinya keributan hingga konflik personal maupun komunal di kalangan masyarakat.

"Di beberapa wilayah, sudah terjadi kondisi tersebut bahkan di sejumlah media diberitakan ada yang sampai meninggal dunia akibat hal tersebut. Jadi harapannya agar hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Garut, dengan tidak menyebar fitnah, hoax, dan ujaran kebencian," paparnya.

Setiap masyarakat tentu tidak menjadi salah ketika mendukung salah satu calon, namun dukungannya jangan kemudian diikuti dengan hoax, fitnah, hingga melakukan ujaran kebencian kepada calon," tambah Dandim.

Asyraf menambahkan pemilu harus tetap menjadi pesta demokrasi rakyat dan jangan sampai berubah menjadi kekerasan sesama masyarakat karena perbedaan pilihan dan pendapat.

Dalam Pilpres dan Pileg boleh saja beda pilihan, tetapi tentunya yang harus diingat adalah jangan sampai persatuan dan kesatuan ditinggalkan gara-gara politik,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa TNI dan Polri netral, tidak memilih atau mendukung salah satu pasangan calon karena politiknya adalah untuk kepentingan negara, bukan kekuasaan.

"Tentunya fokus TNI dan Polri adalah untuk menjaga kondusifitas wilayah, tidak diperkenankan untuk terlibat aktif maupun pasif dalam politik praktis, apalagi kekuasaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, bagi pelaku penyebar fitnah, hoax, dan melakukan ujaran kebencian akan berhadapan dengan sanksi hukum yang berlaku di Indonesia serta mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan sampai melakukan hal tersebut, karena akan berdampak pada terciptanya kondusifitas wilayah dan tidak akan berhadapan dengan hukum.[son]

Komentar Pembaca
Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 15:00:00

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Belajar Wayang

Belajar Wayang

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 19:22:00

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00