DPR Minta Dunia Internasional Objektif Lihat Masalah Papua

Politik  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 09:22:00 WIB | LAPORAN: SONY FITRAH P

DPR Minta Dunia Internasional Objektif Lihat Masalah Papua

foto/net

RMOLJabar. Para Pemberontak di Papua semakin ganas, tak hanya terang-terang ingin memisahkan diri dari NKRI, mereka kembali melakukan aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil.

Korban berjatuhan, tak hanya membunuh 31 pekerja yang sedang membangun jembatan buat warga Papua, mereka juga menyerang Pos TNI Yonif 756/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Senin lalu (3/12). Akibat penyerangan itu, satu anggota TNI tewas tertembak dan satu lainnya luka-luka.

Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan belasungkawa dan doa untuk prajurit TNI yang gugur dan seluruh keluarga besar TNI yang tetap teguh menjaga NKRI dari rongrongan separatisme.

"Saya sebagai ketua Komisi I DPR menyatakan belasungkawa atas Prajurit TNI yang gugur dan semua keluarga yang ditinggalkan serta mendukung penuh langkah panglima TNI mengatasi GSB (gerakan separatis bersenjata) di Papua yang tegas dan terukur demi penegakan hukum bersama dengan Polri bahu-membahu tuntas untuk NKRI," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12).

Politisi PKS itu juga menegaskan bahwa TNI telah mengambil tindakan yang benar dan profesional. Abdul Kharis berharap dunia internasional proporsional melihat masalah di Papua sebagai upaya penegakan hukum.

"Prajurit TNI-Polri banyak sudah gugur di Papua, dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif. Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh Tanah Air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib dihormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam penegakan hukum di negeri Indonesia," tuturnya.[son]

Komentar Pembaca