Oknum Pejabat Lebih Berbahaya Daripada Tiga Ribu Masyarakat Awam Penganut Ajaran Sesat

Opini  KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 23:35:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Oknum Pejabat Lebih Berbahaya Daripada Tiga Ribu Masyarakat Awam Penganut Ajaran Sesat

Raden Irfan NP/RMOLJabar

MARAKNYA pengikut ajaran sesat 'Sensen Komara bin Bakar Misbah' di Kabupaten Garut dinilai sebagai kegagalan Pemerintah Daerah dan Lembaga Tinggi terkait lainnya, dalam mengawasi penyebaran paham-paham sesat dan menyimpang.

Lebih mengkhawatirkan lagi, jika arah paham tersebut mengarah pada upaya makar terhadap negara. Kasus ajaran 'Sensen' bukan hanya baru ini terjadi.

Tahun 2012 silam, 'Sensen' dinyatakan bersalah oleh pengadilan, namun berdasar keterangan Ahli jiwa, ia dinyatakan mengalami gangguan mental.

'Sensen' akhirnya diserahkan ke RS Jiwa Cisarua untuk mendapatkan penanganan. Dan akhir tahun 2013, ia keluar dari RS Jiwa Cisarua.

Informasi yang didapat dari ketua MUI Kabupaten Garut KH. A. Sirodjudin Munir, jumlah pengikut 'Sensen Komara' berkisar 3 ribu orang, belum ditambah dengan pengikut lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, persoalan penyimpangan agama adalah indikasi dari rapuhnya keimanan dan ketakwaan masyarakat itu sendiri.

Sungguh amat jelas, dalam ajaran Islam, melalui dasar Qura'niyyah begitu pun juga sunnah, telah menegaskan secara mutlak bahwa tidak ada nabi setelah Muhammad bin Abdullah.

Namun pada kenyataannya, ada saja yang masih mempercayai adanya nabi setelah Muhammad bin Abdullah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut saat ini.

Persoalan seperti ini, memang tidak hanya selesai sebatas dengan pidana hukum, penegekan Perda atau Fatwa MUI tentang jaran/paham sesat. Namun, lebih lanjut dari hal itu, Pemerintah Daerah bersama MUI, dan lembaga terkait lainnya harus melakukan upaya yang betul-betul serius. Tidak sebatas upaya sosialisasi ataupun penyuluhan.

Lebih dari itu, hendaknya memperhatikan persoalan fundamen masyarakat seperti pendidikan dan keagamaan.

Secara tidak sadar, kita semua terlalu disibukan oleh persoalan infrastruktur, teknologi, ekonomi dan politik. Sehingga sangatlah dikatakan wajar, jika 'elite' politik dan 'elit' birokrat kerap terjerumus dalam persoalan kasus korupsi ataupun suap.

Perbandingannya, justru 1 orang oknum pejabat karena melakukan penyimpangan nilai-nilai moralitas keagamaan seperti tidak amanah terhadap sumpah jabatan, lebih berbahaya dari pada 3 ribu orang masyarakat awam yang menganut ajaran/paham sesat.

Kendati demikian, saya berharap persoalan kasus ajaran sesat yang terjadi saat ini di Kabupaten Garut segera terselesaikan oleh aparat penegak hukum.

Penulis: Raden Irfan NP
Pengurus Cabang GMNI Kabupaten Garut


Komentar Pembaca
Aktualisasi Nilai Juang Mahasiswa Di Era Society 4.0
Jokowi Terbebani, Harus Minta Maaf Ke Rakyat Karena Berbohong Soal Pangan, Energi Dan Infrastruktur
Anggaran R&D Indonesia Rendah, Salah Siapa?
Moeldoko's Total War

Moeldoko's Total War

MINGGU, 17 FEBRUARI 2019

Rocky Gerung Dan Sofisme

Rocky Gerung Dan Sofisme

KAMIS, 14 FEBRUARI 2019

Tiga Baru

Tiga Baru

SELASA, 12 FEBRUARI 2019

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Prabowo Dikepung Pendukung Di Masjid Kauman

Prabowo Dikepung Pendukung Di Masjid Kauman

JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019 , 21:00:00