Kota Cirebon

Jaringan Prostitusi Online Terbongkar, Mucikari Akui Dapatkan Keuntungan

Hukum  JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 00:35:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Jaringan Prostitusi Online Terbongkar, Mucikari Akui Dapatkan Keuntungan

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Jaringan prostitusi online berhasil dibongkar jajaran Satreskrim Polres Cirebon Kota (Ciko). dua orang ditangkap, tersangka (ME) usia 32 tahun dan korban (WN) usia 25 tahun.

"Tersangka mata pencahariannya sebagai mucikari menawarkan perempuan yang bisa melayani hubungan seks melalui pesan/online WhatsApp kepada pelanggan laki-laki," kata Kapolres Ciko Roland Ronaldy saat press release didampingi Kasatreskrim AKP Rynaldi Nurwan, Kamis (13/12).

Roland Ronaldy menjelaskan, bisnis esek-esek tersebut berhasil dibongkar berawal dari adanya informasi transaksi di sebuah hotel di Kota Cirebon.

Jajaran Satreskrim, kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil menangkap seorang PSK berinisial WN (25). WN merupakan anak buah dari ME.

Roland kembali mengatakan, ME menjalankan bisnisnya menggunakan aplikasi chating Whatsapp (WA). Para pelanggan akan dikirimi foto-foto anak buah ME melalui WA. Jika ada yang terpilih, ME kemudian menghubungi anak buahnya tersebut.

"ME ini sudah menjalankan bisnisnya selama empat tahun," ungkap Roland.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diketahui ME ini memiliki 25 anak buah, yang biasa dia tawarkan kepada sejumlah pelanggannya.

Dalam kasus ini, polisi juga menangkap dua unit mobil, milik ME dan WN, kemudian sebuah ponsel, sejumlah uang, dan print out percakapan antara pelaku dan pemesan. Pelaku disangkakan pasal 506 dan atau 296 KUHPidana dengan ancaman paling lama 1 tahun kurungan penjara.

"Berdasar kesepakatan, tersangka mendapatkan Fee dari tarif Rp. 1 juta, di mucikari sebesar Rp. 500 ribu. Jadi tarif seharga Rp. 1.500.000 per transaksi," demikian Roland. [yud]





Komentar Pembaca