Achyar: HMI Harus Aktif Selesaikan Isu Keummatan Internasional

Politik  MINGGU, 16 DESEMBER 2018 , 14:44:00 WIB | LAPORAN: ALDI FERDIAN

Achyar: HMI Harus Aktif Selesaikan Isu Keummatan Internasional

Achyar Al-Rasyid/Ist

RMOLJabar. Pleno 1 Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menghasilkan beberapa catatan evasluasi dan koreksi organisasi mahasiswa itu ke depan. Salah satunya muncul SK Kepengurusan baru PB HMI.

SK hasil pleno di Lampung pada 21 hingga 24 November 2018 itu di pampang di Sekretariat PB HMI, Jum'at (14/12) sekira pukul 16.00 WIB. Banyak nama yang hilang dan baru dalam struktur kepengurusan sekarang.

Achyar Al-Rasyid merupakan wajah baru dari hasil perombakan kepengurusan PB HMI. Mantan Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat 2016-2018 itu diamanahi Ketua Bidang Hubungan Internasional PB HMI.

Meskipun pada saat Kongres di Ambon 2018, Achyar merupakan salah satu pesaing Saddam Al-jihad. Kini, mahasiswa pascasarjana ITB ini mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh ketua Umum PB-HMI.

"Sebagaimana kita tahu saya dengan Saddam memiliki sikap politik yang berbeda ketika Kongres Ambon, namun di HMI, politik itu sekedarnya. Ketika ada semangat dan pikiran yang sama untuk memperjuangkan persoalan keummatan Internasional, maka HMI harus bersatu," kata Achyar kepada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (16/12).

Menurutnya, PB HMI harus mengawal dan berperan aktif dalam upaya penyelesaian isu-isu keumatan Internasional yakni muslim Uighur, China serta kasus Palestina Rohignya dan Myanmar.

Dia menilai, HMI bisa berperan melelaui forum-forum mahasiswa dan pemuda internasional. Dalam hal ini PB-HMI kedepan melalui Bidang Hubungan Internasional harus menjadi inisiator dalam upaya memperjuangkan isu-isu keumatan Internasional.

"Semua keluarga besar struktur dan kader HMI harus bersatu, sesuai amanat pada Mukaddimah AD, bahwa kita adalah bagian dari umat Islam dunia, harus turut serta aktif mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperjuangkan agar terciptanya perdamaian dunia," ujar Achyar.

Achyar memandang, keluarga besar HMI sangat berpotensi untuk menjadi pionir dan inisiator dalam memperjuangkan permasalahan umat Islam Internasional. Hal itu dilakukan dengan kekuatan kader yang memiliki potensi pemikiran dan jaringan tersebar di seluruh dunia.

"Ditambah dengan jaringan kerja-sama Cabang Istimewa HMI yang mulai terbentuk di bawah kepemimpinan Saddam. Tentunya ini menjadi modal besar HMI dalam memperjuangkan saudara-saudara kita yang tinggal di Palestina, Rohignya dan Uighur," tambah Achyar.

Selain itu, permasalahan kedaulatan bangsa terkait dengan konflik Papua merupakan masalah yang juga harus disikapi dengan serius.

"Konflik Papua tentunya tidak berdiri tunggal. Banyak negara yang jelas-jelas ‘memancing di air keruh’ dalam konflik Papua. Sebut saja pemerintah Australia yang memang memiliki kepentingan dengan mendukung gerakan ‘Free West Papua’," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca