Abdy Yuhana: Masih Ada Kelompok Yang Ingin Mengganti Ideologi Pancasila

Politik  JUM'AT, 21 DESEMBER 2018 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: AGA GUSTIANA

Abdy Yuhana: Masih Ada Kelompok Yang Ingin Mengganti Ideologi Pancasila

Abdy Yuhana/RMOLJabar

RMOLJabar. Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Barat Abdy Yuhana menilai, konsep demokrasi yang bottom up atau bersifat partisipatif, menumbuhkan paham radikalisme.

Menurut Abdy, hal ini menjadi kerja keras kekuatan politik yang masih setia dengan Pancasila untuk terus menyuarakan bahwa Indonesia adalah negara yang rasional bisa menerima Pancasila.

"Jika ada ideologi yang dipaksakan maka dapat dipastikan akan menjadi negara balkanisasi seperti Uni Soviet," ujar Abdy, saat menjadi pembicara dalam Refleksi Akhir Tahun GMNI Jabar bertema 'Memahami Fenomena Gerakan Radikalisme di Tahun 2018', di Bandung, Jumat (21/12).

Abdy menilai, konsep demokrasi bottom up ini harus dilakukan evaluasi. Pasalnya, tidak seluruh proses politik harus dilandaskan kepada konsep mayoritas demokrasi.

Tidak melulu semua hal terkait pengambilan kebijakan dilakukan dengan suara mayoritas.

Apalagi, Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya, sehingga konsep musyawarah lebih cocok untuk diterapkan.

"Termasuk dengan pengisian jabatan kepala daerah, harus ditelaah secara cermat apakah harus seluruh tingkatan dipilih oleh rakyat secara langsung," seru Abdy.  

Jika dikomparasikan dengan negara lain yang sistem politiknya lebih baik, hanya berapa negara saja yang mengambil konsep demokrasi mayoritas.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, di Belanda, gubernur tidak dipilih langsung oleh rakyat, namun oleh pemerintah pusat.

Karena, gubernur merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat.  

"Hal itu agar proses pembangunan antara pusat dan daerah bisa sinergi," ujar dia.  

Di sisi lain, dalam konteks keindonesiaan saat ini, Pancasila harus secara agresif disampaikan ke masyarakat.

Ia juga menegaskan, masih banyak kelompok yang ingin tinggal di Indonesia tapi menampik keberadaan Pancasila.

"Karenanya konsep demokrasi harus diperhatikan secara cermat. Kita pernah mengalami konsep top down dan sekarang bottom up, yang keduanya mempunyai ekses negatif," tandasnya. [yud]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Jaga Kebersihan Pantai

Jaga Kebersihan Pantai

SABTU, 22 JUNI 2019 , 16:42:00