Kabupaten Tasikmalaya

PDIP Doakan Korban Tsunami Banten Dan Lampung

Politik  MINGGU, 23 DESEMBER 2018 , 21:52:00 WIB | LAPORAN: IRPAN WAHAB

PDIP Doakan Korban Tsunami Banten Dan Lampung

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Puluhan anak yatim piatu binaan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya dan sejumlah warga Cikiray Singaparna, melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an dan kalimat-kalimat thoyyibah.

Selain itu, memanjatkan doa sebagai bentuk solidaritas ruhani atas musibah tsunami Selat Sunda yang menimpa warga Banten dan Lampung.
 
Di bawah pimpian Ustadz Atep Yusuf, warga Singaparna, anak anak yatim piatu dan warga sekitar Kantor DPC PDI Perjuangan mengaminkan setiap lantunan doa penuh harapan demi keselamatan serta kesabaran bagi para korban terdampak bencana tsunami yang baru saja merenggut ratusan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.
 
"Musibah baru saja melanda saudara-saudara kita di Banten dan Lampung, kami malam ini sengaja mengajak tetangga dan anak-anak yatim piatu untuk berdoa bersama menyampaikan rasa keprihatinan dan harapan tertinggi kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya, kiranya para korban yang meninggal dunia semuanya khusnul khotimah dan keluarga korban lainnya mendapat kesabaran dan ketabahan," kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Aep Syaripudin, Minggu (23/12).
 
Ditambahkan Aep, untuk membantu para korban terdampak bencana, sesuai instruksi Ketua DPC PDI Perjuangan, Ade Sugianto, Kantor DPC PDI Perjuangan ini resmi dijadikan Posko utama peduli bencana Selat Sunda. Posko peduli bencana ini bahkan dibuka di 39 PAC PDI Perjuangan di Kabupaten Tasikmalaya.
 
"Seluruh Kantor PAC PDI Perjuangan di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, harus membuka posko posko peduli tsunami guna mengakomodir masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dari berbagai kalangan yang ingin membantu para korban terdampak bencana," kata Aep.
 
Aksi cepat yang dilakukan oleh PDI Perjuangan itu, merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PDI Perjuangan terhadap sesama umat manusia, sebangsa dan setanah air.
 
"Belum hilang ingatan kita atas musibah banjir dan longsor di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya belum lama ini, dan kita pun merasakan derasnya arus bantuan dan kepedulian yang telah diberikan masyarakat kepada warga terdampak bencana di wilayah kita sendiri," pungkas Aep. [gan]

Komentar Pembaca