Era Milenial Dan Media Online

Opini  KAMIS, 27 DESEMBER 2018 , 11:36:00 WIB

Era Milenial Dan Media Online

Nunung Nurjanah/RMOLJabar

SISTEM Belanja Online pertama kali dilakukan di Inggris pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich dari Redifon Computers. Ia menyambungkan televisi berwarna dengan komputer yang mampu memproses transaksi secara realtime melalui sarana kabel telepon.

Sejak tahun 1980, ia menjual sistem belanja daring yang ia temukan di berbagai penjuru Inggris. Disusul pada tahun 1980 belanja online secara luas digunakan di Inggris dan di beberapa negara Eropa lainnya seperti Prancis yang memasarkan Peugeot, Nissan, General Motors dengan menggunakan fitur online.

Kemudian pada tahun 1992, Charles Stack membuat toko buku daring pertamanya yang bernama Book Stack Unlimited yang berkembang menjadi Book.com yang kemudian di ikuti oleh Jeff Bezos dalam membuat situs Amazon.com dua tahun kemudian.

Sejak saat itu, sistem transaksi online dimulai sampai ke seluruh dunia termasuk ke indonesia yang mulai populer di tahun 2006, akhir 2008 jumlah toko online di Indonesia meningkat hingga ratusan persen dari tahun sebelumnya. Faktor pendukungnya adalah semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia. Beberapa perusahaan online di Indonesia diantaranya Laku.com, Blibli.com, Kokobagus.com.

Produk yang ditawarkan dalam sistem belanja online cukup beragam diantaranya mulai dari kebutuhan primer sampai sekunder, menyasar kaum muda sampai lanjut usia yang dilengkapi sistem yang mudah dan pemasaran yang menarik, hingga belanja kebutuhan dapur pun seperti sayur-sayuran sudah sangat dimudahkan meski tak lepas dari itu banyak oknum-oknum yang tak bertanggung jawab dengan melakukan penipuan berupa menyediakan barang pesanan yang tidak sesuai untuk diantarkan kepada pemesan.

Seiring banyaknya yang berprofesi dan memulai berjualan online di Indonesia yang tak dapat dihitung dengan jari lagi, di setiap kota ada, bahkan kota-kota kecilpun ikut andil dalam sistem online bahkan menyasar pasar yang tadinya membuka toko tapi beralih kesistem online. Para kaum muda pun banyak yang memulai usahanya dengan diawali berjualan online seperti salah satu mahasiswa tingkat akhir Sains Terapan yang berjualan buah-buahan lewat media online.

Ai Resti ‘’mudahnya tak perlu banyak bicara tinggal stay di media sosial, begitupun dengan keuntungannya, seiring dengan banyaknya masyarakat yang sudah terdokrtin hidup sehat makan sayuran dan buah buahan jadi perluangnya cukup besar bagi pasar online seperti konsumen tidak perlu kepasar dengan kemudahan langsung diantar kerumah’’. Paparnya

Kemudahan yang cukup menguntungkan bagi konsumen dan keuntungan-keuntungan besar yang didapat para pelaku online ini cukup diperhitungkan diera digital dimana masyarakat dan pelaku online sama-sama diuntungkan dengan beberapa kemudahan dengan kemajuan teknologi dan sistem yang sudah ada.

Disamping banyaknya ketidak sesuaian seperti palsunya barang yang diterima konsumen dan beberapa hukum-hukum jual beli dalam islam yang dipertanyakan seperti ketidak sesuaian harga dengan kualitas barang yang di terima, ketidak jujuran para pedagang, menjual barang dengan harga menipu, menyembunyikan cacat barang kepada pembeli, dan ini dapat disebabkan dari faktor pemasok sayuran dan buah-buahan yang kurang dari pihak petani yang menyebabkan terjadinya kecurangan dari pihak penjual.

Dalam pandangan madzhab Syafi’i, barang yang di perjual belikan di syaratkan dapat dilihat langsung oleh kedua belah pihak. Hal ini merupakan bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi penipuan (ghoror) dalam jual beli karena Rasulullah SAW melarang praktek yang demikian. Sebagaimana dalam sebuah hadits dinyatakan:  Rasulullah melarang jual beli yang di dalamnya terdapat penipuan (HR Muslim).”

Maka dari itu kita selaku konsumen ataupun pelaku online dapat belajar dari beberapa kesalahan diatas sebagai acuan kedepan untuk lebih baik dan menghindari kecurangan-kecurangan tersebut dengan bertindak bijak dan bisa mengkaji kembali kepada Rukun jual beli, Larangan dalam jual beli, Syarat-syarat sah jual beli, dan Hukum jual beli dalam pandangan islam serta kita selaku generasi muda dapat meningkatkan sektor pertanian yang ada di Indonesia, bisa dari cara terkecil yaitu dengan pemanfaatan lahan kosong yang tidak digunakan ataupun pekarangan rumah untuk di tanami sayuran. Selain membantu menstabilkan pasar pertanian di Indonesia, ini juga dapat menguntungkan bagi kita.

Penulis adalah Nunung nurjanah Mahasiswa Agroteknologi


    
   
   
 

Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00