Tak Ingin Polemiknya Melebar, Aher Akan Datangi KPK Besok

Hukum  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 16:20:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Tak Ingin Polemiknya Melebar, Aher Akan Datangi KPK Besok

Ahmad Heryawan/Net

RMOLJabar. Sejak pemberitaannya ramai, Ahmad Heryawan enggan polemik pemanggilan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu semakin melebar.

Pria yang akrab disapa Aher ini memutuskan untuk menghubungi call center KPK. Dirinya menyampaikan kepada penerima telefon bernama Taufik akan datang pada Rabu (9/1) pagi.

"Barusan saya katakan besok (Rabu) saya datang ke KPK. Insya Allah pukul 10.00 WIB pagi. Saya pergi sendiri," ucap Aher, Selasa (8/1).

Seperti diketahui, pemanggilan terhadap mantan Gubernur Jawa Barat ini sudah dua kali tidak terealisasi. Yang pertama, pada akhir Desember lalu, karena surat yang ditujukan KPK salah alamat. Lalu, pada Senin (7/1) Ahmad Heryawan tidak datang karena merasa tidak mendapat surat resmi dari KPK.

Setelah percakapannya melalui telefon, ia mengaku mendapatkan surat pemanggilan melalui aplikasi Whatsapp. Dirinya dimintai keterangan mengenai kasus dugaan korupsi ijin Meikarta.

Mantan Gubernur Jawa Barat itu menegaskan akan kooperatif dan memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh KPK mengenai Meikarta saat dirinya masih menjabat Gubernur Jawa Barat.

"Untuk surat fisiknya memang belum dapat. Tapi intinya, saya siap menjelaskan apa yang saya ketahui tentang Meikarta," terangnya.

Sebelumnya, KPK mengimbau mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tak mempersulit proses permntaan keterangan terkait kasus dugaan suap izin pembangunan proyek Meikarta.

"KPK akan menyiapkan panggilan kedua sesuai hukum acara yang berlaku. Kami harap yang bersangkutan dapat hadir, kooperatif dan tidak justru beresiko mempersulit rencana pemeriksaan sebagai saksi yang merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Senin (7/1).

Febri menegaskan, pihak lembaga antirasuah sudah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan ke kediaman Aher di Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung pada 29 Desember 2018.

"Surat tercatat diterima oleh seorang bernama Yogi di rumah tersebut. Alamat ini adalah alamat yang sama dengan pengiriman surat sebelumnya yang sudah diterima saksi (Aher)," kata Febri.

Tak hanya mengirim surat ke tempat tinggal Aher, tim KPK juga sudah menghubungi ke nomor ponsel Aher. "Namun tidak direspon. Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi," ungkap Febri.

Febri mengingatkan, jika Aher tak bisa menghadiri panggilan pemeriksaan, maka akan lebih baik memberikan konfirmasi soal ketidakhadirannya.

"Semestinya sebagai warga negara yang baik, yang bersangkutan dapat memberi contoh dan menunjukkan itikad baik. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan menghadiri pemeriksaan sebagai saksi tersebut," pungkas Febri. [yud]

Komentar Pembaca