LKKP Sebut Statement Prabowo Menegasikan Aher Dan PKS Di Jabar

Politik  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 15:04:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

LKKP Sebut Statement Prabowo Menegasikan Aher Dan PKS Di Jabar

Adiyana Slamet/RMOLJabar

RMOLJabar. Lagi dan lagi statement Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto menuai kontroversi, mulai dari tampang Boyolali, terima sembako dan uang suap, stop impor, pemindahan kedubes Australia ke Yerusalem, menyinggung profesi tukang ojek.

Kini Prabowo Subianto, mengaku mendapat laporan ada satu wilayah di Jawa Barat, di mana warganya susah memenuhi kebutuhan hidup, termasuk makan. Bahkan, menurut Prabowo, ada warga yang hanya bisa makan dua hari sekali.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKKP), Adiyana Slamet menilai, statement tersebut sangatlah kontroversi mengingat 10 tahun yang lalu Jawa Barat di pimpin oleh Ahmad Heryawan (Aher) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dan kini PKS sendiri berada dalam koalisi Prabowo-Sandiaga pada pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Prabowo seolah-olah tidak mempercayai atau menegasikan (peniadaan) hasil-hasil kerja pemerintahan Aher, menjadi menarik karena Aher adalah orang yang diusung oleh PKS yang kemudian hari ini PKS ada dalam koalisis Prabowo-Sandiaga," ucapnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis, (10/1).

"Seolah-olah menciderai Aher sebagai simbol dari PKS di Jawa Barat, pesan politik yang kemudian dibalut dengan "ketidak percayaan" kader PKS dan hal tersebut bisa melukai PKS itu sendiri, terlebih DPW PKS di Jawa Barat," Sambungnya.

Selanjutnya, Adiyana menyoroti data yang dimiliki Prabowo. Menurutnya, pesan politik tersebut menegasikan data mengenai Menurunya angka kemiskinan yang semula 10 persen, saat ini menjadi 7,8 persen dari jumlah penduduk di Jawa Barat.

"Kalau menurut saya pesan politik yang disampaikan Pak Prabowo juga seharusnya menyodorkan data-data kongkrit, mengenai ada masyarakat Jabar yang makannya 2 hari 1 kali tersebut supaya tidak menimbulkan kontroversial," tuturnya.

Adiyana pun menambahkan, bukan tidak mungkin kekeliruan dalam memberikan pesan politik Prabowo, dapat menjadikan senjata makan tuan bagi suara dirinya pada kontestasi Pilpres 2019.

"Yang kemudian bisa saja pesan politik tersebut menjadi blunder dan imbasnya pada prolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat tergerus, karena pesan politik tersebut, apa lagi hal tersebut dibantah oleh Gubernur saat ini Pak Ridwan Kamil," pungkasnya.

Perlu diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan tidak ada krisis pangan di Jawa Barat, dan tidak ada kasus kelaparan yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya.

Pernyataan Emil sapaan Ridwan Kamil ini, seolah-olah menjadi tamparan keras bagi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan ada warga Jabar yang hanya makan dua hari sekali. [aga]

Komentar Pembaca