Kabupaten Bandung Barat

Bandung Barat Pilot Project SDC Kemenaker

Pemerintahan  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 15:12:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Bandung Barat Pilot Project SDC Kemenaker

foto/net

RMOLJabar. Angka pengangguran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai 8,3 persen, Mengatasi masalah tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akan diimplementasikannya program Skill Development Center (SDC).

"Kami (Pemda KBB) serius mempersiapkan dan melaksanakan program SDC. Semoga semua stakeholder terkait juga serius mendukung program ini," kata Kepala Disnakertrans KBB, Iing Solihin seusai menerima perwakilan dari Kemenaker dan Bappenas di Kompleks Pemda KBB, Jumat (11/1).

Program SDC ini akan dioptimalkan supaya banyak tenaga kerja usia produktif di KBB yang memiliki skill. Pihaknya mengapresiasi dukungan dari kalangan industri, dunia usaha, maupun pendidikan terhadap program ini. Diharapkan dengan hadirnya SDC bisa terus mengurangi angka pengangguran hingga presentasinya mencapai 4,2% dalam tiga tahun ke depan.

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kemitraan dan Pendanaan, Kemenaker RI, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Fitroh Hanrahmawan mengatakan KBB menjadi pilot project program ini.

Pihaknya telah berkeliling ke-14 lokasi di Indonesia dari mulai Aceh sampai Papua dalam implementasi SDC. Kriteria utamanya adalah daerah yang memiliki Balai Latihan Kerja (BLK), dan akhirnya KBB dipilih karena memiliki BLK.

"KBB memenuhi syarat untuk pilot project SDC, dan secara nasional angka penganggurannya juga masih cukup tinggi," ucapnya.

Sementara Kasubdit Kesempatan Kerja pada Direktorat Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas, Muhammad Iqbal Abbas menambahkan melalui program SDC akan terjalin keterpaduan antara industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan.

Program ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan konsep pendekatan kerja sama yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

"SDC ini kebijakannya dikuatkan oleh MoU dari lima institusi sehingga diharapkam dapat menghasilkan individu yang memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," tandasnya.[son]



Komentar Pembaca