Jawa Barat

Dilaporkan Ke Bawaslu, Emil: Pelanggaran Hukumnya Apa?

Politik  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 17:06:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Dilaporkan Ke Bawaslu, Emil: Pelanggaran Hukumnya Apa?

Ridwan Kamil/RMOLJabar

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengaku apa yang dilakukannya soal pose satu jari tidak menyalahi aturan.

"Pertanyaannya sederhana, itu yang melaporkan tolong sebutkan pelanggaran hukumnya apa? Kan melaporkan itu kalau diduga ada pelanggaran hukum atau aturan," ucap Ridwan Kamil, Jumat (11/1).

Sebelumnya, Ridwan Kamil dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) atas dugaan pelanggaran hukum Pemilu oleh aparatur pejabat penyelenggara negara.

"Kalau tidak bisa menjawab berarti yang melaporkannya itu asal melaporkan," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku, siap memenuhi panggilan Bawaslu jika diminta hadir untuk memberikan keterangan. Menurutnya, kedatangannya nanti sebagai bentuk ketaatan.

Emil menilai, bahwa yang dilakukannya saat menghadiri PKB Jabar Festival tidak melanggar aturan pemilu terkait pejabat daerah.
 
"Aturan membolehkan pejabat negara melakukan aktivitas politik di akhir pekan yaitu Sabtu Minggu. Saya datang ke acara PKB itu di hari Minggu. Sekali lagi jadi melanggar aturan tidak? Tidak," katanya.

Dirinya menjelaskan, salam jari yang dimaksud adalah simbol hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kebetulan mendapatkan nomor urut satu di Pemilu 2019.

"Itu acaranya PKB, jari saya simbolnya PKB, kalau Pak Jokowi jempol kalau tidak salah. Dilakukan di hari Minggu karena sudah konsultasi secara aturan, naik mobil juga pribadi," ujarnya.

Emil menegaskan dirinya tetap bersedia untuk menjelaskan hal tersebut bila dipanggil Bawslu.

"Kalau ternyata tetap harus dipanggil dan diperiksa tidak masalah. Saya pasti datang," tandasnya. [yud]
 

Komentar Pembaca