DEEP Desak Bawaslu Jabar Tegas Tangani Dugaan Pelanggaran Ridwan Kamil

Politik  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 18:31:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

DEEP Desak Bawaslu Jabar Tegas Tangani Dugaan Pelanggaran Ridwan Kamil

Ridwan Kamil/RMOLJabar

RMOLJabar. Lembaga Kepemiluan independen Democracy And Elektoral Empowerment Partnerhip (DEEP) mendesak Bawaslu Jawa Barat untuk tegas dan terbuka dalam menangani kasus dugaan pelanggaran pemilu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Desakan itu disampaikan Direktur Eksekutif DEEP Neni Nur Hayati dalam keterangan tertulis kepada awak media, di Bandung, Jum'at (11/1).

Neni menjelaskan, proses klarifikasi dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Bawaslu kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan atas pose dua jari di acara Konferensi Partai Gerindra menuai kekecewaan masyarakat.

"Publik mempertanyakan kepada Bawaslu mengapa Anies Baswedan dipanggil oleh Bawaslu sementara Ridwan Kamil yang juga sama mengacungkan pose satu jari bahkan sangat jelas mendukung petahana tidak dimintai klarifikasi oleh Bawaslu," tulis Neni dalam siaran pers.

Menurut Neni, apabila merujuk pada Pasal 282 UU 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum mengatakan bahwa pejabat negara, pejabat struktural, dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri, serta kepala desa dilarang membuat keputusan dan/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu selama masa Kampanye.

Sementara itu, Pada Pasal 302 UU 7 Tahun 2017 menyatakan 'Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, atau walikota dan wakil walikota sebagai anggota tim kampanye dan/atau pelaksana kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 ayat (3) huruf b dan huruf c dapat diberikan cuti.

Masih di pasal yang sama, kata Dia, cuti bagi gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, walikota atau wakil walikota yang melaksanakan kampanye dapat diberikan 1 (satu) hari kerja dalam setiap minggu selama masa kampanye. Hari libur adalah hari bebas untuk melakukan Kampanye, di luar ketentuan cuti.

Ia menegaskan, meskipun Ridwan Kamil sudah melakukan klarifikasi mengapa dirinya tidak dipanggil oleh pihak Bawaslu karena kampanye tersebut pada saat akhir pekan, maka atas dasar hal ini, DEEP menyatakan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, DEEP mendesak Bawaslu Jawa Barat untuk segera memberikan kejelasan kepada publik apakah yang dilakukan oleh Ridwan Kamil masuk kategori pelanggaran atau tidak, selain sebagai bentuk transparansi dan akuntabel kelembagaan Bawaslu Jawa Barat terhadap Publik, juga sebagai upaya pendidikan pemilih bagi publik dalam merespon berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi menjelang Pemilu 2019.

Kedua, lanjut Neni, DEEP meminta kepada Bawaslu Jawa Barat untuk mengedepankan pencegahan bagi seluruh aparatur Sipil dan Negara, bahwa semua kegiatan ASN baik itu menguntungkan maupun tidak menguntungkan pasangan calon akan mempunyai konsekwensi hukum.

"Menurut pandangan kami Bawaslu Jawa Barat sampai hari ini belum melakukan pencegahan secara maksimal," tegas Dia

Ketiga, DEEP meminta kepada seluruh Aparatur Sipil dan Negara (ASN) termasuk Kepala Daerah Baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menahan diri dalam melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan konsekwensi hukum terlebih bisa menciderai demokrasi pada pemilu 2019

"(Keempat), mendorong masyarakat untuk ikut serta mengawasi Aparatur Sipil dan Negara (ASN) dan pejabat negara lainnya serta melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran kepada Bawaslu," tandasnya.

Sebagai diketahui, Ridwan Kamil dilaporkan Aliansi Anak Bangsa (AAB) dan Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) karena diduga melakukan salam satu jari yang ia lakukan saat menghadiri PKB Jabar Festival di GOR Pajajaran, Kota Bandung.

Dalam acara tersebut juga hadir pejabat lain yakni Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Hanif Dhakiri dan juga sepuluh pejabat Kepulauan Riau. [yud]

Komentar Pembaca
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00

Rapat Timses Bocor, Jokowi Sudah Enggak Laku

Rapat Timses Bocor, Jokowi Sudah Enggak Laku

SELASA, 19 MARET 2019 , 13:00:00

TNI Layani 4.153 Pengungsi Banjir Sentani

TNI Layani 4.153 Pengungsi Banjir Sentani

SELASA, 19 MARET 2019 , 08:00:00