Iwa Karniwa Paparkan Strategi Tekan Inflasi Di Jawa Barat

Iwa Karniwa  SABTU, 12 JANUARI 2019 , 15:39:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Iwa Karniwa Paparkan Strategi Tekan Inflasi Di Jawa Barat

Foto/RMOLJabar

RMOLJabar. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) inflasi di Jawa Barat capai 3.54 persen.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan, jika inflasi tidak terkendali akhirnya akan menurunkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Hal itu akan berdampak pada penurunan daya beli masyatakat, penurunan investasi, berkurangnya daya saing, peningkatan kemiskinan dan pengangguran," ucap Iwa saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 di Ruang Papandayan Gedung Sate, Sabtu (12/01).

Iwa menambahkan, hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, beras sebagai bahan utama makanan. Dimana terjadi anomali iklim di tahun 2018 yang membuat keterlambatan masa tanam padi sehingga berimbas pada masa panen.

"Solusinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bulog melalukan operasi pasar secara harian. Jadi rata-rata 10 truk, kurang lebih 1.000 ton digelontorkan ke masyarakat," ungkapnya.

Langkah berikutnya, lanjut Iwa, dengan mendorong badan usaha milik daerah sebagai penyangga permodalan bagi para petani.

Kedua, adanya saran di tahun ajaran baru tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi batas atas terkait sumbangan dari orangtua murid, baik swasta maupun negeri.

"Agar dananya teekendali, karena dana ini merupakan salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi," ujarnya dalam keterangan yang diterima kantor berita RMOLJabar.

Lalu yang ketiga, kata Iwa, juga akan mencoba menaikan komoditas telor ayam dan daging ayam ras. Melalui digity farming dan penguatan distribusi in center. Dan yang keempat adalah mengenai biaya transportasi.

"Makanya, Alhamdulillah di tahun 2019 kita akan ada pasar induk dukungan dari pemerintah pusat. Kita kan belum punya pasar induk seperti Jakarta," paparnya.

Untuk itu, dirinya telah mengarahkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk mendorong bagaimana distribusi barang. Sehingga adanya kelancaran sistem jual beli antara produsen ke konsumen.

"Untuk gas dan bahan bakar, sudah minta pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat. Untuk melakukan koordinasi dengan Pertamina jika kurang," jelasnya.

Uniknya yang terakhir, Iwa menjelaskan infrastruktur menjadi pendorong terjadi inflasi di Jawa Barat. Dimana infrastruktur yang masif mendorong adanya kenaikan upah non mandor, artinya tukangnya.

Untuk itu Iwa menyebutkan tugas dari TPID sesuai Kepres Nomor 23 Tahun 2017. Diantaranya melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pengendalian dan pencapaian sasaran inflasi daerah.

"Sengan melakukan koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan, pengendalian dan pencapaian sasaran inflasi sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan pemerintah," terangnya.

Sehingga diharapkan Iwa, adanya keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komuniasi yang efektif dengan berbagai pihak. [aga]

Komentar Pembaca
Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

Jokowi Abaikan Rekomendasi Copot Menteri Rini

KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 13:00:00

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

Tjahjo Ngaku Bantu Meikarta

RABU, 16 JANUARI 2019 , 17:00:00

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

#KataRakyat: Debat Pilpres Gak Bakal Menarik!

RABU, 16 JANUARI 2019 , 15:00:00

Oded Buka Road Show Senam 2018

Oded Buka Road Show Senam 2018

SENIN, 26 NOVEMBER 2018 , 09:21:00

Oded Resmikan Puskesos, Jalanan Harus Bebas Dari PMKS
Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Oded: Komunikasi Kunci Keberhasilan Pembangunan

SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 09:50:00