Jawa Barat

Lawan Hoaks, Ridwan Kamil Ajak Akademisi

Pemerintahan  JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 16:27:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Lawan Hoaks, Ridwan Kamil Ajak Akademisi

Foto/Humas Jabar

RMOLJabar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak para akademisi untuk mengedukasi masyarakat agar pandai memilah informasi/berita.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai jika berita hoaks sudah tersebar luas, maka memunculkan keresahan. Terlebih berita hoaks ini terkait dengan peristiwa yang berdampak pada kehidupan umat manusia.

"Sekarang bukan lagi kita harus mencari informasi, tetapi memilah informasi," ucap Ridwan Kamil, dalam sambutannya pada acara Dies Natalis ke-64 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), di Jalan Ciumbuleuit No.94 Bandung, Jumat (18/1).

Pria yang akrab disapa Emil ini mengungkapkan, bahwa saat ini hoaks atau berita bohong sudah sedemikian parah beredar di masyarakat. Banyak pula kerugian yang ditimbulkan hoaks.

"Semisal, belakangan banyak beredar berita hoax berkaitan dengan longsor di daerah Pamempeuk, Garut Jawa Barat. Padahal sebenarnya, peristiwa longsor itu terjadi di Junhong Road di Da'anshan Township, Distrik Fangshan, Beijin, China. Fakta itu diungkap oleh tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks," terangnya.

Adapun video yang menggambarkan longsor, sambung Emil, ternyata telah diunggah pada 10 Agustus 2018 oleh akun resmi surat kabar harian di Republik Rakyat Tiongkok, People's Daily China.

Dirinya menilai, berita tersebut adalah hoaks, dan sangat merugikan secara ekonomi.

"Banyak hotel, restoran, yang sudah dibooking, sudah siap- siap menyambut tamu, jadi sepi, kan kasian. Belum lagi yang kirim-kirim barang, jualan, masyarakat rugi hanya gara- gara hoaks," ungkapnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Emil mengatakan, Jabar Saber Hoaks yang bernaung dibawah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Jabar ini, bertugas memverifikasi segala bentuk informasi yang meresahkan masyarakat, khususnya di ranah digital.

"Tugas tim ini adalah memastikan Jabar bersih dari berita bohong yang meresahkan," katanya.

Jabar Saber Hoaks juga dibentuk untuk meningkatkan literasi digital serta sikap kritis masyarakat terhadap keberadaan berita bohong. Secara rutin tiap minggu, Tim Jabar Saber Hoaks akan mengumumkan ragam berita hoaks yang beredar di masyarakat.

"Tim ini juga akan menjadi verifikator berta/ informasi meragukan. Lebih baik telat sedikit menyebar berita, namun benar adanya," ujarnya.

Emil juga menyebut, munculnya hoaks membuat masyarakat tak produktif. Sebab, waktu masyarakat terbuang percuma hanya untuk mengecek kebenaran berita yang diterimanya. [yud]





Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00