Debat Capres Masih Datar

Politik  JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 17:04:00 WIB | LAPORAN: DZAKY RIJAL

Debat Capres Masih Datar

Debat Capres/Net

RMOLJabar. Debat calon presiden dan calon wakil pesiden, yang di gelar KPU RI pada Kamis (17/1) malam, di hotel Bidakara Jakarta, masih berjalan datar dan belum ada kebijakan konkret.

Hal tersebut dikatakan pengamat politik Firman Manan kepada RMOLJabar, Jumat (18/1).

"Dalam debat semalam ini terlihat datar, orangkan sebetulnya melihat agenda kebijakan konkret dari kedua pasangan calon yang di tawarkan, dan itu belum muncul, ketika berbicara korupsi, hukum, HAM, ataupun terorisme, karena itu yang mempengaruhi pemilih," ujar Firman.

Firman menilai, kedua kubu masih belum menunjukan program serta kebijakan yang akan ditawarkan kepada rakyat pemilih.

"Lalu tentu diferensiasi karena yang satu petahana dan yang satu penantang, kan harus terlihat diferensiasinya, kalau petahana jelas mengklaim keberhasilan yang sudah dilakukan dan dilanjutkan untuk periode ke-2," katanya.

"Sementara penantang tentu mereka harus memberikan alternatif dan mereka harusnya membawa agenda perubahan yang berbeda, nah itu yang belum terlihat," tambah Dosen Unpad tersebut.

Sehingga, debat kemarin belum meningkatkan atau menurunkan elektabilitas masing-masing calon. Karena tidak ada yang menonjol atau tidak ada yang lemah dibandingkan yang lain.

"Akan tetapi kalau seperti itu terus, penantang tidak dapat meyakinkan publik dengan agenda perubahan yang dibawa, justru akan diuntungkan petahanan, karena rumusnya sederhana, ngapain kita milih penantang yang tidak jelas agendanya, lebih baik petahana yang sudah jelas mereka bekerja, maka tantangannya justru kepada penantang," paparnya.

Ia memandang, kelaziman penantang harus lebih offensiv, karena jika hal ini terus terjadi ini akan merugikan penantang dan malah menguntungkan petahanan.

"Tapi apa yang terjadi kamrin dalam sesi tanya jawab kalau kita lihat, yang lebih offensif justru kubu petahaan yang beberapa kali menyerang, seperti contoh tentang caleg yang mantan koruptor dan isu gender di kepengurusan partai," tutupnya. [yud]

Komentar Pembaca
Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 07:00:00