Doa Dipolitisir, Kualitas Berpolitik Romi Tidak Bermutu

Politik  SENIN, 04 FEBRUARI 2019 , 00:25:00 WIB

Doa Dipolitisir, Kualitas Berpolitik Romi Tidak Bermutu

Romahurmuziy dan Jokowi/Net

RMOLJabar. Sikap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Pondok Gede, M Romahurmuziy yang meminta KH Maimoen Zubair merevisi doa merupakan tindakan tidak beradab.

Terlebih, Mbah Moen merupakan ulama sepuh dan karismatik.

"Sekelas ketua umum partai, kok bisa-bisanya melakukan pemaksaan agar Jokowi didoakan sebagai pemenang dalam pemilu capres," kata Ketua Divisi Hukum Persaudaraan Alumni 212, Damai Hari Lubis, Minggu (3/2).

Selaku ketua PPP tindakan Romi jelas sangat "ngawur". Atas kejadian ralat doa itu, dia menganggap, kualitas Romi dalam berpolitik terlihat tidak bermutu. Apalagi, masalah doa bisa dipolitisir.

"Memaksakan ulama untuk mendoakan pilihan politiknya, Romi telah melakukan hal yang mustahil, dan suatu fenomena yang tak lazim di dalam berpolitik praktis," papar Koordinator Pelapor Bela Islam ini seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

"Jadi doa yang dimintakan Romi adalah doa politik, politik yang tak berkualitas atau politik ngawur," tegas Hari. [yls]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00