Masyarakat Terbelah, Rocky Gerung: Jokowi Gagal Membuat Persatuan

Politik  SENIN, 04 FEBRUARI 2019 , 15:48:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Masyarakat Terbelah, Rocky Gerung: Jokowi Gagal Membuat Persatuan

Rocky Gerung/RMOLJabar

RMOLJabar. Pengamat Politik, Rocky Gerung menilai, pemerintah sebagai penguasa memiliki kemampuan argumentasi dengan publik yang memiliki pandangan berbeda.

Menurutnya, itu menjadi satu di antara sejumlah contoh bahwa rezim Jokowi menggunakan Pancasila sebagai alat untuk menyingkirkan yang berbeda pandangan.

"Maka dalilnya Kami Pancasila, kemudian sepenuhnya di luar sana, non Pancasila (fundamentalis). Itu menghina. Itu yang tidak dimiliki penguasa, kemampuan berargumentasi," ucap Rocky, saat menjadi pembicara pada Talkshow Kategori Pemimpin Bangsa yang Bisa Mempererat Persatuan Bangsa, di Ballroom Hotel Ibis, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Senin (4/1).

Untuk menutup ruang orang yang memiliki pandangan berbeda, sambung Rocky, pemerintah memberlakukan berbagai aturan.

Dirinya menilai, itu adalah satu di antara contoh cara bepikir dungu atau tidak sesuai kaidah logika.

"Dari awal kekuasaan yang dungu takut berhadapan dengan publik sendiri. Supaya tidak berhadapan dengan argumen kritis, dipakailah prinsip aturan. Bikin seminar pakai aturan, masuk kampus ada aturan. Kan kacau," katanya.

Selain itu, diakui Rocky, bahwa dirinya memang sering mengolok-olok Jokowi. Tetapi, menurutnya, ia tidak mengolok-olok Jokowi sebagai pribadi.

Jika hal tersebut dilakukannya, lanjut Rocky, ia tidak bermoral. Menurutnya, mengritik seorang pejabat negara secara terbuka, tentu diperbolehkan.

"Yang saya kritik adalah tubuh politik Jokowi, bukan sebagai pribadinya. Saya mengritik kebijakan dia sebagai kepala negara, bukan sebagai kepala keluarga," imbuhnya.

Rocky menilai, sosok kesederhanaan Jokowi cocok menjadikannya sebagai kepala keluarga yang baik.

"Pak Jokowi penampilan sederhana. Saya puji cocok jadi kepala keluarga tapi tidak cocok jadi kepala negara," katanya.

Menurutnya, Jokowi gagal membuat persatuan di Indonesia. "Terbelahnya masyarakat menjadi bukti kegagalan Presiden Jokowi membuat persatuan," tandasnya. [yls]

Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00