PURWAKARTA

Bangun Kesehatan Masyarakat, Pemkab Purwakarta Dorong Sinergitas Kesehatan Antar Sektoral

Pemerintahan  JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 11:11:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Bangun Kesehatan Masyarakat, Pemkab Purwakarta Dorong Sinergitas Kesehatan Antar Sektoral

Sosialisasi Program Dinkes Purwakarta/RMOLJabar

RMOLJabar. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta, Nurhidayat dorong Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bisa menjadi pusat kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan masyarakat diantaranya membangun sinergi lintas sektor.

"Kesehatan bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tapi tanggung jawab bersama kedepan sinergitas lintas sektor dalam membangun kesehatan akan kita perkuat," ujar Nurhidayat, Jumat (8/2).

Salah satunya, dengan loka karya mini per triwulan yang diadakan oleh Puskesmas. Menurutnya melalui lokakarya bisa memperkuat komitmen dalam membangun kesehatan masyarakat selain penguatan kader.

"Peran ada kader lintas sektor sinergi kita bagus, penanganan lintas desa, yaitu desa siaga, ingin ada responsif cepat kader harus terlatih, kampung KB bisa menjadi bentuk sinergi seperti di Pasir Munjul," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Sukatani, Neni Ruhyawati. Sinergitas lintas sektor pelayanan dan kebutuhan kesehatan masyarakat bisa terpantau, apalagi pihaknya membangun komitmen kesehatan lintas sektor.

"Kita perkuat lintas sektoral, kesehatan masyarakat peran serta seluruh sektor, untuk membangun itu kita juga tanda tangani komitmen kesehatan lintas sektoral di wilayah Sukatani," ujarnya.

Hal itu menjadi bukti, bahwa Puskesmas Sukatani menjadi perwakilan Jawa Barat, bersama Bogor dalam lomba Puskesmas Tingkat Nasional. Puskesmas yang memiliki predikat ramah anak ini terus membangun komitmen berkisinambungan dalam memberikan pelayanan.

"Kami tetap untuk berkomitmen kalaupun mendapatkan nilai atau akreditasi itu bukan tujuan anggap saja hasil kerja keras, bagaimanapun memberikan pelayanan terbaik dan membantu dalam menjaga kesehatan dan lingkungan masyarakat komitmen kami," katanya.

Turunkan Brigade DBD

Sedangkan terkait DBD, Nurhidayat meminta agar masyarakat untuk sadar akan lingkungannya, sembari mengingatkan bahwa Fogging bukanlah akhir dari pemberantasan jentik nyamuk, termasuk sosialisasi melalui Brigade DBD.

"Brigade DBD terus gencar dalam Pemusnahan Sarang Nyamuk, karena termasuk pencegahan, berikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan memperhatikan 3M Plus harus diperkuat itu juga,walaupun terkadang ada asumsi dengan Fogging bisa menyelesaikan padahal tidak selalu harus dengan fogging, yang jelas sadar akan kebersihan lingkungan," ujarnya.

Walaupun ada peningkatan Pasien DBD, Nurhidayat mengklaim tidak termasuk KLB, apalagi memasuki Bulan Februari terdapat penurunan.

Terlebih adanya Surat Edaran Bupati tentang menjaga lingkungan masyarakat. Selain itu, bagi masyarakat yang membutuhkan abate dipersilahkan datang ke layanan kesehatan ataupun Dinas Kesehatan, selain itu adanya Surat Edaran Bupati tentang menjaga lingkungan masyarakat.

"Kasusnya naik pada awal tahun tapi masih di bawah KLB, bahkan mengalami penurunan memasuk Februari ini. Dan bagi masyarakat yang ingin Abate silahkan datang ke Dinas kesehatan," ujar dia. [son]

Komentar Pembaca