KORUPSI DPRD PURWAKARTA

Penetapan Tersangka Baru Tunggu Putusan Hakim Tipikor

Hukum  JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 12:58:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Penetapan Tersangka Baru Tunggu Putusan Hakim Tipikor

Sidang Tipikor Bintek DPRD Purwakarta/RMOLJabar

RMOLJabar. Untuk menetapkan tersangka baru pada kasus korupsi DPRD Purwakarta. Kejaksaan Negeri setempat menunggu putusan Pengadilan Tipikor, Bandung terhadap dua terdakwa; Muhamad Ripai dan Ujang Hasan Sumardi.

Seperti diketahui, Ketua Majelis Hakim pada sidang pekan lalu, Sudira, meminta jaksa penuntut umum Kejari Purwakarta untuk membuat surat perintah penyidikan baru dalam kasus itu.

Pernyataan Sudira sebagai buntut dari pengakuan Ketua DPRD Purwakarta, Sarif Hidayat yang mengakui menandatangani surat perintah bintek pada 29 Juli 2016.  Sedangkan, menurut saksi  40 anggota dewan, bintek itu fiktif.

"Nanti lihat proses pengadilan. Apakah orang ini (kedua terdakwa) salah berdasarkan putusan hakim.  Kemungkinan ditetapkan sebagai tersangka itu ada," ujar Kepala Kejari Purwakarta, Syahpuan didampingi Kasi Intel Kejari Purwakarta, Fauzul Ma'ruf, Kamis (7/2) lalu.

Menurutnya, pengakuan Sarif merupakan fakta baru di persidangan. Ia berdalih, pengakuan  Sarif tersebut tidak ada di BAP Sarif saaf ia diperiksa sebagai saksi.

"Pada awal pemeriksaan, memang dua tersangka tapi fakta sidang ada memungkinkan tersangka baru. Tapi harus menunggu putusan pengadilan dulu," ujar dia.

Seperti diketahui, pada sidang pekan lalu, jaksa Hendriko Meisan menanyakan soal tanda tangan Sarif terkait bintek fiktif pada 29 Juli 2016.

"Pemeriksaan saksi pada anggota Komisi 1 hingga IV di sidang sebelumnya, mereka bersaksi bahwa tidak ada bintek pada 29 Juli. Bintek itu ditandatangani saudara saksi Sarif Hidayat. Kenapa anda menandatangani surat perintah yang kegiatannya tidak ada," ujar Hendriko Meisan, jaksa penuntut umum.

Menanggapi pertanyaan itu, Sarif tampak kebingungan. Ia berdalih, setiap surat perintah yang ditandatangani olehnya pasti dibubuhi paraf oleh Sekretaris DPRD Purwakarta.

"Setiap surat perintah yang saya tandatangani, diparaf sekretaris. Jadi sebelum ditandatangani, diolah dulu di komisi lalu ke sekretariat," ujar Sarif.

Hendriko tampak tidak puas dengan jawaban Sarif. Ia menegaskan pertanyaan siapa yang membuat dan menandatangani surat perintah tersebut. Sarif kembali mengakui, ia yang membuatnya dan belakangan, ia mengakui teledor karena tidak mengecek kembali setiap berkas yang ditandatangani. Apalagi, surat yang ia tandatangani terkait bintek fiktif itu, tidak ada dalam program kerja DPRD Purwakarta.

"Dibuat dan ditandatangani oleh saya. ‎Saya akui, sebagai Ketua DPRD Purwakarta, banyak berhubungan dengan luar dewan jadi tidak fokus dan perhatikan administrasi," ujarnya.

Jaksa pun menunjukan barang bukti surat
perintah tersebut ke Sarif dan majelis hakim untuk mencocokan kesesuaian tanda tangan Sarif. Dan ternyata, tanda tangan itu memang milik Sarif.

"Ya, ini cocok dengan tanda tangan saudara saksi (Sarif)," ujar Ketua Majelis Hakim, Sudira. Hakim Sudira pun turut bertanya pada Sarif. Bagaimana bisa Sarif menandatangani surat perintah kegiatan yang justru kegiatannya sendiri tidak ada.

"Anda sebagai pimpinan bagaimana bisa begini, anda sebagai pimpinan harusnya punya fungsi kontrol," ujar Sudira.

Sarif lagi-lagi tampak kebingungan dihadapkan pada pertanyaan itu dan melempar pada terdakwa M  Ripai sebagai sekretaris DPRD yang seharusnya tahu.

"Ya itu pak sekwan (M ‎Ripai) gimana," ujar Sarif. Sudira malah balik bertanya dan menegur Sarif yang merupakan adik dari Anggota DPR RI Ade Komarudin itu. "Ya bagaimana," ujar Sarif, tidak bisa menjawab pertanyaan lagi.

Di akhir persidangan, usai mendengar kesaksian Sarif, Sudira meminta jaksa untuk membuat sprindik baru. "Kalau begitu nanti pak jaksa bikin sprindik baru ya," ujar Sudira.[son]

Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00