Pemprov Jabar Minta Pemda Aktifkan Kembali Operasional Penanggulangan DBD

Pemerintahan  JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 16:41:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Pemprov Jabar Minta Pemda Aktifkan Kembali Operasional Penanggulangan DBD

Kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Bandung. /RMOLJabar

RMOLJabar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengirimkan surat edaran kepada 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Surat edaran itu berisi permintaan untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Pemprov Jabar, Daud Ahmad mengatakan, dalam surat edaran terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan pemerintah daerah (pemda) dalam upaya menekan kasus DBD di wilayahnya masing-masing.

Daud menjelaskan, cara yang bisa dilakukan pemda diantaranya dengan meningkatkan sosialisasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di masyarakat. Termasuk melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas yang biasanya menjadi tempat bersarang nyamuk.

"Meningkatkan pengumpulan data kasus dan faktor risiko terhadap kejadian demam berdarah dengue. Di antaranya melalui kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB) dan mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik)," ucap Daud dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Bandung, Jumat (8/2).

Melalui surat edaran ini, sambung Daud, Pemprov Jabar mengajak pemda untuk kembali mengaktifkan kelompok kerja operasional penanggulangan DBD di semua level, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota.

"Meningkatkan sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD. Meliputi peningkatan kapasitas SDM, biaya serta bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera di Puskesmas dan rumah sakit," paparnya.

Selain itu, Daud meminta Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota mengeluarkan instruksi kepada jajarannya agar meningkatkan kesiagaan menangani kasus DBD.

"Surat edaran ini segera kita kirimkan, kemungkinan di minggu depan," katanya.(yls)



Komentar Pembaca