Bangun Bandung, Oded Pakai Filosofi Lima Jari

Pemerintahan  SABTU, 09 FEBRUARI 2019 , 00:53:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Bangun Bandung, Oded Pakai Filosofi Lima Jari

Oded blusukan ke pemukiman warga/Humas Pemkot

RMOLJabar. Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial blusukan menyusuri pemukiman warga di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Jum'at (8/2). Selain memantau beberapa potensi unggulan, Oded juga berdialog dan menampung sejumlah aspirasi warga.

Diawali dengan agenda salat Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Azam, dilanjutkan dengan makan bersama warga. Tak menunggu waktu lama, Oded langsung mengeksplorasi kawasan RT 05 RW 09 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler.

Oded melihat langsung aspirasi warga di perbatasan dengan Kabupaten Bandung itu. Salah satunya perihal kekhawatiran adanya pergeseran tanah atau ambruk. Yakni dari kirmir perumahan Cigadung Greenland dan di lahan kosong yang bersebrangan dengan sungai dan kini dijadikan sebagai penampungan barangkal.

Setelah melihat kondisi di lapangan, Oded langsung menggelar pertemuan bersama warga, yang mayoritas kaum ibu. Ia mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan perhatiannya untuk turut menginventarisir masalah ataupun potensi daerahnya masing-masing. Pasalnya, di kawasan tersebut juga terdapat rumah tahfiz Al-Quran yang melahirkan banyak hafiz.

"Bandung mah penuh kebersamaan, Insya Allah. Saya mau menyampaikan mau membangun Bandung dengan konsep filosofi lima jari, dengan mengepal artinya kita harus bersatu. Kalau bersatu akan besar tenaganya karena dengan kebersamaan," ucap Oded.

Oded kemudian memaparkan konsep filosofi lima jari yang dikepalkan dalam rangka melakukan pembangunan di Kota Bandung. Menurutnya, kelima jari tersebut merupakan simbol beragam elemen yang harus harmonis dan bersinergi untuk menopang kemajuan.

Selanjutnya, pembangunan di Kota Bandung bukan semata menyoal keberadaan infrastruktur. Namun, juga turut diiringi dengan penguatan mental dan akhlak yang berbudi luhur guna menciptakan suasana nyaman dan kondusif.

"Jempol pemimpin, harus dekat dengan telunjuk itu pengusaha, jari tengah itu tokoh masyarakat, jari manis itu pemuda dan kelingking ini adalah kekuatan ibu-ibu. Dekatnya itu dalam rangka membangun kebersamaan yang positif dan konstruktif, jangan dekat dengan masyarakat karena hal maksiat atau dosa, maka bakal jadi permusuhan," pungkasnya. [yls]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00