JAWA BARAT

Ancam Keutuhan Negara, Emil Ingatkan Bahaya Era Digital

Pemerintahan  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 07:31:00 WIB | LAPORAN: DZAKY RIJAL

Ancam Keutuhan Negara, Emil Ingatkan Bahaya Era Digital

Ridwan Kamil/Ist

RMOLJabar. Era digital tidak bisa dilihat hanya dari besarnya potensi bidang ekonomi. Terutama terkait ancaman terhadap keutuhan Indonesia sebagai bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai menjadi narasumber dalam orasi perkera kreatif yang diselenggarakan Asumsi.co di Gedung Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Sabtu (9/2).

"Kita ini bersatu karena kesamaan nasib. Bukan karena kesamaan bahasa atau suku. Kesamaan nasib itulah yang mengikat kita untuk membuat kesepakatan yang bernama Pancasila. Inilah yang akan kita jaga bersama sampai kapanpun,” kata Emil sapaan akrabnya.

Emil mengatakan, banyak kisah negara-negara besar yang pecah bahkan musnah, semisal Afghanistan yang tujuh suku besar di sana tak pernah berhenti bertikai. Begitu juga Yugoslavia yang kini terpecah menjadi Serbia, Bosnia-Herzegovina, dan Kroasia.

"Di Afghanistan, seminar yang membicarakan industri kreatif seperti ini tak mungkin dilakukan,” jelas Emil.

Oleh karena itu, keragaman suku, agama, bahasa, dan ras, harus dijaga agar industri kreatif bisa terus tumbuh di Indonesia. Selain itu, penguatan SDM juga harus dilakukan. Sebab, manusia Indonesia di masa depan tak hanya harus pintar secara intelektual tapi juga emosional.

"Jangan sampai ketika ditilang, motor dirusak sendiri," ucap Emil.

Selain Emil, narasumber yang hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wali Kota Bogor Bima Arya, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Founder Lipstick Be Mad Samira Alatas, Jenderal Viking Heru Joko, Founder Swara Gembira Khoirun Nazar, Co-Founder Upnormal Sarita Sutedja, Content Creator Eka Gustiwana, CEP IPMI Jimmy Gani, dan CEO IYKRA Jimmy Gani.

Sementara itu Co-founder Asumsi.co Iman Sjafei mengatakan, era digital memang memiliki sisi gelap yang mengancam, tapi digitalisasi justru sangat berperan dalam memperkuat industri kreatif. Disrupsi digital memangkas rantai ekonomi industri kreatif. Efeknya langsung terasa pada kontribusinya pada pendapatan negara.

"Pada akhir tahun lalu, kontribusi industri kreatif dalam pendapatan negara mencapai Rp1.105 triliun. Tahun ini, nilainya bakal jauh lebih besar. Tahun ini diperkirakan industri kreatif akan menyumbang Rp1.200 triliun pada PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia,” Ujar Iman.

Menurutnya, tak heran kini jumlah pengusaha muda yang lahir dari industri kreatif serta membuat mereka lebih bebas memilih profesi dan industri kreatif menjadi pilihan utama karir mereka.

"Anak-anak muda sekarang tidak ingin bekerja. Tapi usaha dan pilihannya adalah industri kreatif,” katanya.

Industri kreatif memang didominasi anak muda. Sebanyak 80 persen pelaku industri kreatif termasuk generasi milenial.

"Sekarang studi dan usaha tidak selalu linier. Apakah mereka yang belajar ilmu ekonomi harus bekerja di bank? Tidak. Justru dengan membuka usaha impact yang mereka hasilkan jauh lebih besar,” tutupnya. [yls]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00