Ini Potensi Kecurangan, KPU dan Bawaslu Harus Serius Jalani Tahapan Logistik

Oleh: Yogi Ependi

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 06:21:00 WIB

Ini Potensi Kecurangan, KPU dan Bawaslu Harus Serius Jalani Tahapan Logistik

Yogi Ependi/RMOLJabar

TAHAPAN logistik menjadi salasatu tahapan krusial dalam pemilu 2019. Tahapan logistik mempunyai arti dan peran yang sangat penting, mengingat pemilu serentak pada tahun ini dilakukan dengan 5 jenis surat suara, maka pengadaan logistik  menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Urgensi tahapan logistik menjadi penting karena ketersediaan dan kecukupan logistik pemilu mempengaruhi kelancaran tahapan pemilu. Sebab jika hal tersebut tidak serius dilakukan oleh penyelenggara, akan membuka potensi-potensi kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu.

Tahapan pengadaan logistik hari ini menjadi perhatian publik, KPU dan Bawaslu harus memastikan proses pencetakan logistic harus sudah berjalan sesuai dengan prinsip dan acuan standar logistic. Acuan standar tahapan logistik seperti  tepat prosedur tepat jumlah dan tepat jenis menjadi pijakan dasar bagi KPU dan Bawaslu dalam menjalankan tahapan logistik.

Mengingat pemilu 2019 menjadi pemilu serentak dengan 5 surat suara, artinya jenis logistic surat suara jumlahnya sangat banyak. Jenis logistic lainnya seperti, surat suara, segel, tinta, bilik pemungutan suara dan formilur berita acara, alat bantu tuna netra juga sangat penting, kaerana jika kualitas logistic pemilu yang tidak memadai juga akan mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara.

Saat ini tahapan pencetakan logistik sedang berlangsung, proses pencatakan logstik dilakukan di 8 (delapan) provinsi dan 34 Perusahan. Jika pada 17 April nanti disetiap TPS maksimal 300 DPT dengan 5 surat suara maka logistik jenis surat suara dalam satu TPS berjumlah 1.500 surat suara.

Untuk logistic kotak suara jika dalam satu kecamatan (Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat) jumlah TPS sebanyak 238 TPS maka pada hari H pelaksanaan Pemungutan suara nanti untuk kecamatan ciakar terdapat 1190 kotak suara.

Gambaran diatas menunjukan baahwa kerumitan logitik menjadi hal yang sangat serius dan penting untuk menjadi perhatian penyelanggara, kondisi ini akan berpotensi hilang nya prinsip dasar logistik tepat jumlah dan tepat spesifikasi, potensi surat siara tertukar, kotak suara tertuka, surat suara kurang menjadi potensi kerawanan yang memicu adanya kecurangan. Sehingga KPU dan Bawaslu harus serius serta terbuka terhadap public terkait tahapan logistic.

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mengidentifikasi beberapa potensi kerawanan tahapan logistik. Yang pertama, banyak logistik pemilu yang tidak tepat prosedur, tidak tepat jumlah, tidak tepat jenis dan tidak tepat waktu. Kedua, adanya logistic yang tidak tepat sasaran pada saat pendistribusian, baik dari percetakan ke Gudang maupun dari KPU Kab/Kota ke Kecamatan maupun ke TPS.

Ketiga, adanya surat suara yang tertukar,  antar dapil, antar TPS dan antar kelurahan. Keempat, Jumlah surat suara dan sertifikat berita acara pada saat pencetakan harus seusai dengan jumlah yang sudah ditentukan. Kelima, proses pensortiran dan pelipatan surat suara, surat suara sudah tercoblos. Keenam, aspek keamanan dalam proses pencetakan, pendistribusian dan penyimpanan digudang.

JPPR juga menganalisis dan merekomendasikan bahwa, Pertama, kualitas logistik pemilu yang tidak memadai akan mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara. Kedua, ketersediaan dan kecukupan logistik pemilu akan mempengaruhi kelancaran tahapan pemilu. Ketiga penyediaan logistik pemilu yang tidak mencukupi akan menghambat pemilih dalam memberikan hak suaranya, sehingga berpotensi menghilangkan hak pilih

Penulis adalah Manajer Pemantauan SekProv JPPR Jabar



Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00