PURWAKARTA

Asparanom, Wadah Silaturrahmi Kyai Muda Di Jawa Barat

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 10:32:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Asparanom, Wadah Silaturrahmi Kyai Muda Di Jawa Barat

Asparanom/RMOLJabar

RMOLJabar. Ada wadah berkumpulnya para kyai dan ajengan muda di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan nama; Aspirasi Para Gus (Asparagus). Kini, di Jawa Barat juga ada paguyuban baru untuk para kyai muda dengan sebutan; Aspirasi Para Ajengan Anom (Asparanom).

Asparanom digagas sebagai wadah silatul fiker, tukar pikiran dan tukar pengalaman yang berkaitan dengan kondisi politik, ulhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan soal pengembangan ekonomi sebagai kemajuan berbangsa, beragama serta bernegara.

Berdirinya Asparanom ini tidak terlepas dari pada peran Durriyyah Kyai/Pesantren di jabar, diantaranya sebagai Inisiator di Jawa Barat DR. H. Ceng Ahmad Syarif Munawi, yang merupakan cucu Almarhum Prof DR KH. Anwar Musadad Garut. Yang di motori oleh Ajengan Anom KH Ahmad Anwar Nasihin, yang merupakan Katib Syuriah PCNU Kabupaten Purwakarta, ia adalah Katib Syuriah termuda di Indonesia, sekaligus ketua Rijalul Ansor Jawa Barat. Asparanom ini di deklarasikan di Pesantren Agribisnis Al Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung, dengan dihadiri 300 Ajengan Anom se Jabar.

Sementara, pada Ahad (10/2) di Kabupaten Purwakarta sukses digelar silaturahmi Asparanom, yang dihadiri 250 Ajengan Anom, dengan mengusung tema dan acara; Ngaji Kebangsaan.

"Pematerinya seorang Ajengan muda dari Tasikmalaya yang jam terbangnya sudah mendunia dan energik yaitu KH. DR Yayan Bunyamin, beliau sering mengisi seminar-seminar ke islaman di luar negeri seperti di antaranya di Perancis, Amerika, Jerman dan negara-negara lainnya," ujar Ajengan Nasihin Saba, kepada awak media, Senin (11/2).

Sementara, KH. Anhar Hariadi, Pimpinan Ponpes Manba'ul Ulum Cipulus mengatakan, tertarik dengan Asparanom. Menurutnya, dengan Asparanom ini bisa mengikat semua Ajengan Anom dan Durriyah atau putra putra kiyai, serta tokoh lintas organisasi Islam.

"Buktinya sekarang di acara ini banyak wajah wajah baru yang belum saya kenal. Terbukti lewat Asparanom ini, semua yang hadir sama, tidak membawa ego dan kepentingan masing masing," kata Anhar.

Begitupun pendapat KH. Abdul Halim yang merupakan Tokoh Agama di Kecamatan Plered, ia berpendapat  bahwa Asparanom perlu dikembangkan dengan maksumal di Purwakarta, seperti Halnya sekarang di Laksanakan di Pesantren Raudlatut Tarbiyyah Liunggunung.

"Gerakan yang dilakukan oleh Ajengan Anwar ini patut kita dukung bersama sama, intinya kita sering ngobrol tukar pikiran, maka tidak akan ada salah faham kalau ada permaslahan apapun," tuturnya.

Ditempat yang sama, Ajengan Anwar mengatakan, Asparanom ini telah di bentuk di beberapa Kabupaten/Kota di Jabar, dan di respon dengan baik ole para ajengan anom.

"Semoga saja Asparanom di jawa Barat ini bisa terikat dengan kuat, dan bisa mewarnai sisi positif untuk kemajuan nangsa dan negara Indonesia. Kami telah melakukan Kordinasi dengan berbagai pihak di antaranya dengan Kapolda Jawa Barat, Pak Agung semuanya merespon baik dan mendukung terhadap Asparanom, ada diantaranya saran Pemerintah kepada kami katanya harus militan," kata Anwar.[son]

Komentar Pembaca