KABUPATEN BANDUNG BARAT

Inkrah Korupsi, Empat ASN KBB Dipecat

Hukum  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 20:50:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Inkrah Korupsi, Empat ASN KBB Dipecat

Ilustrasi/Net

RMOLJabar. Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial M dan AH dipecat setelah divonis bersalah dalam tindak kasus korupsi berkekuatan tetap. Surat Keputusan (SK) pemberhentian secara tidak hormat diteken Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat, Agus Maolana mengungkapkan, keputusan itu berdasar keputusan BKN Regional III surat Nomor 549/I/KR.3/IX/7 September 2018 perihal Pemblokiran Data PNS yang Terkena Kasus Tipikor.

Dua ASN lainnya yakni W dan AD belum dilakukan pemecatan lantaran masih menunggu surat salinan putusan dari pengadilan. Keempat ASN tersebut merupakan kasus yang ditangani oleh KPK dan Polda Jabar.

Dua ASN yang sudah resmi dipecat sudah tidak lagi mendapatkan gaji. Tanpa menyebutkan besaran gaji, dua orang ASN lainnya masih mendapatkan 50 persen dari gaji pokok.

"Untuk W dan AD masih berstatus ASN jadi masih berhak mendapatkan gaji 50 persen. Kalau sudah mendapatkan SK bupati mereka juga sama tidak akan mendapatkan gaji lagi," kata Agus, Senin (11/2).

Agus menyebutkan, pihaknya sudah mengirim surat permohonan salinan putusan ke pengadilan dan tembusan ke KPK pada 16 Janurai 2019 untuk dua ASN W dan AD. Namun sampai saat salinan putusan tak kunjung datang.

"Kalau surat salinan sudah kami terima, nanti kami bahas di internal selanjutnya diajukan ke pak bupati untuk SK pemecatan. Selama surat salinan belum ada kita juga tidak bisa memprosesnya," bebernya.

Selain tengah memproses sanksi pemecatan tersebut, ujar Agus, secara umum selama 2018 lalu kedisiplinan para ASN terus mengalami peningkatan. Puncaknya di awal 2019 kedisiplinan terutama tingkat kehadiran serta apel pagi meningkat signifikan.

"Sejak diberlakukan absensi dengan sistem finger print tingkat kedisiplinan terus membaik. Apel pagi saja sekarang mencapai 2.651 pegawai atau kehadiran mencapai angka 92 persen," tandasnya. [yls]



Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00