Ada Pihak Ingin Dwifungsi Tentara Hidup Lagi

Politik  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 10:40:00 WIB

Ada Pihak  Ingin Dwifungsi Tentara Hidup Lagi

TNI & Polri/net

RMOLJabar. Dwi Fungi TNI sudah di hilangkan sejak awal era reformasi, namun kini ada sebagian pihak yang berusaha menghidupkan kembali doktrin tentara jaman Orde Baru tersebut.  

Penempatan TNI aktif pada jabatan sipil bertentangan dengan semangat reformasi yakni mengembalikan profesionalitas TNI, sebagai aparat pertahanan negara.

"Rencana penempatan TNI aktif dalam jabatan sipil tidak tepat dan tidak sesuai dengan ketentuan dalam pasal 47 UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pasal tersebut  memberikan batasan pada hal yang terkait pertahanan," kata salah satu Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/2).

Menurut Anam, mengembalikan TNI aktif menduduki kursi jabatan sipil, kurang relevan dalam perkembangan sistem demokrasi yang telah berjalan. Bahkan, dapat dinilai setback dalam upaya negara melaksanakan reformasi. Di samping itu, langkah untuk melakukan revisi UU TNI guna memberikan ruang legal, juga kurang tepat  dengan amanat reformasi TNI. "Ini akan mengganggu upaya membangun TNI profersional dan memastikan sistem negara demokratis berdasar hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia)," ujarnya.

Lebih lanjut Anam menjelaskan, dalam konteks lain hal itu juga akan membuat masalah serius, terkait penegakan hukum. Hal ini terkait belum berubahnya peradilan militer. Susah dibayangkan seandainya TNI aktif tersebut dan ditempatkan pada jabatan sipil, melakukan tindak pidana pada jabatan sipilnya. Pasti akan terjadi tarik menarik juridiksi antara peradilan militer dan umum, bahkan penerapan koneksitaspun akan mengalami masalah.

Jalan keluar atas masalah perwira yang non job ataupun lebih besar,  terkait reorganisasi dan restururasi TNI harus sesuai dengan amanat reformasi, guna membangun tentara profesional dan tunduk pada mekanisme negara hukum yang demokratis.[son]

Komentar Pembaca