Bangun Jabar, Ridwan Kamil Rangkul Perusahaan

Pemerintahan  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 20:44:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Bangun Jabar, Ridwan Kamil Rangkul Perusahaan

MoU CSR Pemprov Jabar/Humas Jabar

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merangkul perusahaan untuk mendukung program-program pembangunan di Provinsi Jawa Barat.

Hal Itu dilakukan, guna hadirnya sinergis antara program Pemprov Jabar dengan program yang diselenggarakan perusahaan pada Corporate Social Responsibility (CSR).

"Jadi, sebelum perusahaan mengucurkan CSR, ngobrol dulu ke Gubernur. Nanti Gubernur deteksi dulu ada masalah apa di Jabar, supaya jangan asal habis anggaran, tapi tidak efektif," kata Emil, sapaan akrabnya, pada kegiatan Corporate Communications, Social Responsibility, and Security Executive Forum Astra International, di Menara Astra, Jl. Jend. Sudirman, Karet Tengsin, Tanahabang, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Dijelaskan Emil, ajakannya kepada perusahaan menjadi perwujudan teori pentahelix. Terobosannya itu pun, lanjut Emil, sejalan dengan era birokrasi dinamis yang tengah diterapkannya saat ini bahwa pembangunan tidak hanya harus dilakukan oleh pemerintah.

"Inilah teori membangun tidak harus dengan APBD, tetapi dengan teori pentahelix. ABGCM, yaitu Academy, Bussiness, Government, Community, dan Media," terangnya.

Dikatakan Emil, Jawa Barat merupakan provinsi besar yang diperebutkan dalam segala hal, baik itu dari sudut pandang bisnis maupun politik.

"60 persen bisnis berebut di Jawa Barat, dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa," katanya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, Jawa Barat punya banyak keuntungan bagi para investor. Diantaranya dekat dengan Jakarta.

"Maka saya mohon keadilan pajak- pajaknya sering kali ada di Jakarta, NPWP- nya di Jakarta, produksi di tanah, air, dan udara Jawa Barat," ujarnya.

Emil menambahkan, laju ekonomi di Jawa Barat, selalu bagus, rata-rata selalu diatas nasional setiap tahunnya. Akan tetapi angka gini rasio agak besar, sehingga terdapat banyak ketimpangan. Sejahtera dinikmati kalangan menengah atas.

"Satu Desa Satu Perusahaan, Desa Digital, adalah sejumlah program yang digulirkan demi mengurangi ketimpangan yang ada. Program tersebut salah satunya perlu didukung perusahaan lewat CSR-nya," tandasnya. [yls]





Komentar Pembaca