Road To Senayan

Caleg Perindo Siap Tekan Kasus Stunting

Politik  SELASA, 12 FEBRUARI 2019 , 21:51:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Caleg Perindo Siap Tekan Kasus Stunting

Resita Kaniya Penyuluhan Stunting/RMOLJabar

RMOLJabar. Calon Legislatif DPR RI dari Perindo, Resita Kaniya melakukan sosialisasi pemberian Vitamin A sekaligus penyuluhan gizi ibu hamil dan balita, kepada sekitar 100 kaum ibu di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (11/2/2019).

Caleg DPR RI dapil Jabar dua yang mencakup KBB dan Kabupaten Bandung ini menyebutkan, berdasarkan data tahun 2017 jumlah bayi atau anak stunting di KBB masih cukup tinggi atau setara dengan 7,67% dari total jumlah balita yang ada.

Untuk itu pemberian vitamin dan penyuluhan pola hidup sehat menjadi salah satu program sosialisasinya saat turun ke masyarakat untuk menciptakan generasi mendatang yang sehat.

Asupan gizi dan vitamin terhadap balita serta anak dalam masa pertumbuhan sangat penting untuk menghindari munculnya kasus stunting (bertubuh pendek). Hal itu yang menjadi perhatian serius.

"Partai Perindo memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini saya berharap kasus stunting di KBB bisa ditekan, apalagi ada 10 desa di KBB yang menjadi prioritas penanganan program ini," kata Resita yang hadir didampingi caleg Perindo untuk DPRD Provinsi dapil Jabar tiga, Euis Atikah dan caleg DPRD KBB Dian Rohmana Putra.

Menurutnya, generasi penerus bangsa harus dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Komitmen partai Perindo di bawah kepemimpinan Hary Tanoesoedibjo sangat tinggi terhadap hal ini.

Perhatian pihak-pihak terkait dan juga kesadaran dari kaum perempuan/ibu dalam merawat anak-anaknya harus ditanamkan sejak dini. Berikan bayi mereka makanan bergizi, ASI ekslusif, perawatan saat hamil, dan menjaga hidup sehat, diyakini bisa meminimalisasi terjadinya stunting.

Stunting bisa dilihat dari penampilan fisik, seperti saat anak berusia 10 tahun tapi tingginya tidak sama dengan anak seusianya. Kondisi itu bisa terjadi karena faktor lingkungan dan perilaku keluarga serta masyarakatnya. Misalnya asupan gizi yang kurang, pola hidup yang tidak sehat, akses air bersih yang kurang, dll. Sementara faktor genetika atau keturunan hanya berkontribusi sebesar 5% terhadap penyebab Stunting.

"Pemeriksaan secara berkala ke posyandu dari mulai berat, tinggi badan, dan asupan vitamin adalah penting dalam menjaga tumbuh kembang anak. Kalau banyak generasi stunting dikhawatirkan mereka sulit bersaing, karena banyak pekerjaan yang membutuhkan fisik prima dan tinggi di atas rata-rata," sebutnya.

Salah seorang warga Jalan Wedana, RT04/01, Desa Jayagiri, Yanti Ramdani (41) mengaku rutin membawa anak keempatnya yang bernama Nikita (5) ke posyandu. Seperti memeriksakan berat badan, diukur tingginya, dan juga diberi suplemen vitamin. Biasanya penimbangan berat badan dilakukan sebulan sekali dan pemberian vitamin setahun dua kali.

"Saya selalu rutin membawa anak ke posyandu. Adanya sosialisasi ini sangat membantu, karena saya jadi tahu bagaimana menjaga pola hidup sehat dan memberikan makanan bergizi kepada anak," pungkasnya. [yls]



Komentar Pembaca
Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

#JokowiBohongLagi Dan Bukti-buktinya

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 07:00:00